- Wabah Hantavirus dilaporkan terjadi di kapal pesiar MV Hondius dan menewaskan tiga penumpang.
- Kasus ini memicu kekhawatiran karena Hantavirus tergolong penyakit menular langka.
- Publik mulai mencari fakta penting, termasuk cara penularan dan risikonya menurut WHO.
Sementara itu, di Eropa dan Asia, virus ini menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).
Penyakit ini lebih banyak menyerang ginjal dan pembuluh darah, dengan gejala yang juga dapat berkembang menjadi serius.
4. Gejalanya Awalnya Mirip Penyakit Umum
Gejala awal infeksi Hantavirus biasanya muncul dalam 1 hingga 8 minggu setelah paparan. Tanda-tandanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gangguan pencernaan seperti mual dan muntah.
Namun pada tahap lanjut, kondisi bisa memburuk dengan cepat. Penderita dapat mengalami sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga gangguan ginjal dan tekanan darah yang berbahaya.
5. Angka Kematian Tinggi Meski Kasusnya Relatif Jarang
Secara global, infeksi hantavirus tergolong jarang, dengan estimasi puluhan ribu kasus setiap tahun. Meski begitu, penyakit ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, terutama di wilayah Amerika.
Pada beberapa kasus, angka kematian bisa mencapai 20 hingga 50 persen. Hal ini menjadikan hantavirus sebagai penyakit yang tetap menjadi perhatian serius dalam kesehatan masyarakat.
6. Belum Ada Obat Khusus, Pencegahan Jadi Kunci
Baca Juga: Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya
Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan antivirus spesifik maupun vaksin untuk hantavirus.
Penanganan medis lebih berfokus pada perawatan suportif untuk mengatasi gejala dan mencegah komplikasi serius.
Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting dengan menghindari kontak dengan hewan pengerat.
Menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan dengan aman, dan menerapkan praktik sanitasi yang baik dapat membantu menekan risiko penularan.
Cara Mencegah Paparan Hantavirus
Pencegahan Hantavirus berfokus pada upaya mengurangi kontak langsung antara manusia dan hewan pengerat yang menjadi sumber penularan.
dengan langkah sederhana namun konsisten, risiko paparan virus ini bisa ditekan secara signifikan. Masih melansir WHO, berikut beberapa cara mencegah paparan Hantavirus:
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apakah Sunscreen Bisa Meredakan Jerawat? Simak Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Seberapa Penting Asuransi Perjalanan di Era Serba Mobile? Ini Penjelasannya
-
Serum Apa yang Bisa Mengurangi Garis Halus? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 50-an
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos
-
Apa Itu Musinnah? Syarat Hewan Kurban yang Wajib Diketahui Umat Muslim
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos untuk Anak Sekolah, Segar Seharian Anti Bau Matahari
-
12 Promo Skincare Indomaret, Diskon Besar Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang