News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 18:43 WIB
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. (Dok. Tim Media MPR RI)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar meminta maaf atas kelalaian dewan juri dalam Final LCC tingkat provinsi Kalimantan Barat.
  • Kesalahan penilaian terjadi saat babak final di Pontianak pada 9 Mei 2026 terhadap jawaban peserta mengenai pemilihan anggota BPK.
  • Pihak MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan, kinerja juri, serta mekanisme banding untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden penilaian yang terjadi dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dewan juri dan sistem perlombaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Akbar menyayangkan adanya ketidaktelitian juri dalam merespons jawaban peserta, mengingat objektivitas adalah kunci utama dalam ajang edukatif tersebut.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2026).

Insiden tersebut terjadi pada babak final yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau.

Keriuhan muncul saat sesi rebutan ketika juri melontarkan pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan lengkap: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Namun, juri justru memberikan nilai minus 5.

Ironisnya, saat pertanyaan dilempar kembali, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang identik dengan Regu C. Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai 10.

Meski Regu C sempat melayangkan protes dan meminta kesaksian audiens, juri tetap pada keputusannya dengan dalih Regu C tidak menyebutkan "pertimbangan DPD".

Baca Juga: Video Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 Jadi Kontroversi, Publik Sebut Juri Tidak Adil

Walaupun kesalahan penilaian tersebut tidak mengubah status juara, karena SMAN 1 Sambas tetap unggul secara poin keseluruhan dan tetap mewakili Kalimantan Barat, Akbar menekankan bahwa aspek teknis dan integritas penilaian harus diperbaiki.

Ia menyoroti perlunya perbaikan pada tata suara dan mekanisme banding bagi peserta.

"Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegas Akbar.

Akbar juga mengakui telah mendengar adanya peristiwa serupa yang pernah terjadi tahun lalu di provinsi lain.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan evaluasi penuh terhadap panitia dan juri guna meminimalisir kesalahan teknis maupun manusiawi di masa mendatang.

Load More