Suara.com - Sebagian lorong di kota-kota besar mulai diubah menjadi “gang hijau” sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga, memperkuat interaksi sosial, sekaligus menghadirkan ruang hijau di kawasan padat penduduk. Namun, studi terbaru menunjukkan konsep tersebut tidak selalu memberikan dampak lingkungan yang sama di setiap kota.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ecosystems and People mengungkapkan efektivitas gang hijau sangat bergantung pada tujuan awal pembangunan dan bagaimana desainnya diterapkan di lapangan.
Dikutip dari Phys.org, studi kolaborasi antara Université de Montréal dan Université du Québec à Trois-Rivières membandingkan pendekatan pengembangan gang hijau di Montreal dan Trois-Rivières, Kanada.
Di Montreal, program gang hijau dikembangkan berbasis komunitas. Warga memiliki kebebasan menentukan bentuk ruang yang diinginkan, mulai dari area bermain, mural, hingga pembongkaran beton untuk penanaman pohon.
Sementara itu, pemerintah kota Trois-Rivières menerapkan model yang lebih terstandarisasi dengan fokus utama pada pengelolaan air hujan dan akses kendaraan, termasuk jalur pengangkutan sampah. Vegetasi yang digunakan lebih seragam dengan dominasi rumput dan jalur beton.
Peneliti menemukan pendekatan di Trois-Rivières mampu menciptakan suhu malam yang lebih dingin. Namun, model tersebut dinilai kurang memenuhi harapan warga yang menginginkan lebih banyak pohon besar dan ruang hijau yang lebih teduh.
Dalam penelitian itu, para ilmuwan menganalisis 53 gang hijau, 23 gang konvensional, dan 76 segmen jalan selama musim panas 2023. Pengamatan dilakukan terhadap jenis pohon, tutupan kanopi, vegetasi, hingga keberadaan kunang-kunang sebagai indikator kualitas habitat.
Hasil penelitian menunjukkan gang hijau tidak selalu lebih baik dibandingkan lorong konvensional dalam menurunkan suhu kawasan. Di Montreal, misalnya, jumlah pohon memang lebih banyak, tetapi ukurannya relatif kecil sehingga efek pendinginan menjadi terbatas.
Studi ini juga menyoroti tantangan pemeliharaan jangka panjang. Gang hijau yang lebih tua di kedua kota cenderung mengalami penurunan kualitas akibat minimnya pendanaan dan dukungan perawatan berkelanjutan. Dalam banyak kasus, biaya pemeliharaan dibebankan kepada warga.
Baca Juga: DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
Pemimpin penelitian, Isabella Richmond, mengatakan keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting agar proyek gang hijau dapat memberikan manfaat sosial sekaligus lingkungan.
“Saya pikir ada jalan tengah, di mana proyek berbasis komunitas dapat didukung oleh para ahli, investasi berkelanjutan, dan dukungan pengelolaan jangka panjang,” ujarnya.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers
-
3 Kipas Angin Tidak Berisik Mulai Rp100 Ribuan, Tidur Nyenyak Tanpa Bising
-
Apakah Pompa Air Boleh Menyala Terus? Pahami Cara Mainnya Agar Tetap Awet
-
Natural Look Jadi Tren Baru, Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Filler Modern
-
Bedak Padat yang Bagus Merk Apa? Ini 7 Rekomendasi Terbaik yang Bisa Kamu Coba
-
5 Body Lotion SPF 50 dengan Sensasi Sejuk, Ampuh Proteksi Kulit dari Cuaca Panas Ekstrem
-
Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top
-
Review Wardah PDRN Glacier Tinted Lip Serum, Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
-
Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak