- Menteri Sosial Saifullah Yusuf resmi mencoret lebih dari 11 ribu penerima bantuan sosial.
- Alasannya, 11 ribu penerima bansos tersebut terlibat judi online.
- Kebijakan tersebut diterapkan sepanjang triwulan pertama tahun 2026.
Salah satu langkah paling menonjol dan tegas Gus Ipul sebagai Mensos adalah pembersihan data penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online (judol).
Pada triwulan pertama tahun 2026, Kemensos di bawah kepemimpinannya mencoret lebih dari 11.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos karena terbukti atau terindikasi menggunakan dana bantuan untuk berjudi daring.
Angka ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Sebelumnya, koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ratusan ribu rekening penerima bansos yang terkait judol, dengan pemblokiran mencapai ratusan ribu hingga 600 ribu kasus di periode sebelumnya.
Menurut Saifullah Yusuf, pencoretan ini bersifat permanen bagi mereka yang sengaja menyalahgunakan dana negara.
"Kami coret di triwulan pertama sebanyak 11 ribu lebih, dan triwulan kedua ada tambahan lagi," ujarnya.
Langkah ini bertujuan memastikan bansos benar-benar sampai kepada yang berhak dan membutuhkan, bukan disalahgunakan untuk perjudian yang merusak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Pemerintah juga melakukan pengecekan faktual bersama pemerintah daerah, sehingga sebagian yang terbukti sebagai korban penipuan atau scam bisa diaktifkan kembali dengan pengawasan ketat.
Kebijakan ini mendapat apresiasi luas karena menunjukkan komitmen pemerintah memberantas judi online yang semakin masif. Gus Ipul menekankan bahwa bansos adalah instrumen perlindungan sosial, bukan sumber dana spekulasi.
Pendekatan ini sejalan dengan visinya memperkuat akurasi data, digitalisasi, dan transparansi program sosial agar lebih akuntabel dan berdampak nyata.
Baca Juga: Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah
Di luar isu bansos, sebagai Sekjen PBNU masa khidmat 2022-2027, Gus Ipul tetap aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, dekat dengan ulama dan masyarakat NU, serta memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penanggulangan kemiskinan struktural.
Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, Saifullah Yusuf terus membawa angin segar di Kementerian Sosial. Aksi pencoretan 11 ribu penerima bansos judol hanyalah salah satu bukti konkret bahwa ia serius membersihkan sistem dari penyalahgunaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana