Lifestyle / Male
Rabu, 13 Mei 2026 | 08:37 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (Foto: Dok. Kemensos)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf resmi mencoret lebih dari 11 ribu penerima bantuan sosial.
  • Alasannya, 11 ribu penerima bansos tersebut terlibat judi online.
  • Kebijakan tersebut diterapkan sepanjang triwulan pertama tahun 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Istana Jakarta, Senin (25/8/2025). [Dok. Kemensos]

Salah satu langkah paling menonjol dan tegas Gus Ipul sebagai Mensos adalah pembersihan data penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online (judol).

Pada triwulan pertama tahun 2026, Kemensos di bawah kepemimpinannya mencoret lebih dari 11.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos karena terbukti atau terindikasi menggunakan dana bantuan untuk berjudi daring.

Angka ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Sebelumnya, koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ratusan ribu rekening penerima bansos yang terkait judol, dengan pemblokiran mencapai ratusan ribu hingga 600 ribu kasus di periode sebelumnya.

Menurut Saifullah Yusuf, pencoretan ini bersifat permanen bagi mereka yang sengaja menyalahgunakan dana negara.

"Kami coret di triwulan pertama sebanyak 11 ribu lebih, dan triwulan kedua ada tambahan lagi," ujarnya.

Langkah ini bertujuan memastikan bansos benar-benar sampai kepada yang berhak dan membutuhkan, bukan disalahgunakan untuk perjudian yang merusak ekonomi keluarga dan masyarakat.

Pemerintah juga melakukan pengecekan faktual bersama pemerintah daerah, sehingga sebagian yang terbukti sebagai korban penipuan atau scam bisa diaktifkan kembali dengan pengawasan ketat.

Kebijakan ini mendapat apresiasi luas karena menunjukkan komitmen pemerintah memberantas judi online yang semakin masif. Gus Ipul menekankan bahwa bansos adalah instrumen perlindungan sosial, bukan sumber dana spekulasi.

Pendekatan ini sejalan dengan visinya memperkuat akurasi data, digitalisasi, dan transparansi program sosial agar lebih akuntabel dan berdampak nyata.

Baca Juga: Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Di luar isu bansos, sebagai Sekjen PBNU masa khidmat 2022-2027, Gus Ipul tetap aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, dekat dengan ulama dan masyarakat NU, serta memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penanggulangan kemiskinan struktural.

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, Saifullah Yusuf terus membawa angin segar di Kementerian Sosial. Aksi pencoretan 11 ribu penerima bansos judol hanyalah salah satu bukti konkret bahwa ia serius membersihkan sistem dari penyalahgunaan.

Load More