- Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan pemerintah akan mencoret penerima bansos yang terbukti menggunakan dana tersebut untuk judi online.
- Kementerian Sosial kini telah menghimpun data lengkap para penerima bantuan sosial yang teridentifikasi terlibat dalam aktivitas judi online.
- Pemerintah menyiapkan program pemberdayaan UMKM melalui skema sepuluh juta naik kelas guna memperkuat ekonomi masyarakat kelas menengah.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengeluarkan peringatan keras bagi para penerima bantuan sosial (bansos).
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan langsung memutus bantuan bagi siapa pun yang terbukti menggunakan dana tersebut untuk aktivitas judi online (judol).
Cak Imin menyatakan bahwa langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang merusak ekonomi keluarga.
"Sampai hari ini terus kita atasi, ya. Langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol, langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan," tegas Cak Imin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Terkait identifikasi para pelanggar, Cak Imin mengungkapkan bahwa data tersebut sudah mulai dihimpun.
Ia menyebutkan bahwa data detail mengenai para penerima manfaat yang terlibat judi online berada di bawah wewenang Kementerian Sosial.
"Sudah, tapi di Kemensos lengkap," tambahnya saat ditanya mengenai ketersediaan data tersebut.
Selain memerangi dampak judi online di masyarakat bawah, Cak Imin juga menyoroti kondisi kelas menengah yang kini dinilai semakin rentan.
Pemerintah, menurutnya, telah menyiapkan skema khusus agar kelompok masyarakat ini tetap kuat dan produktif melalui pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
"Ya, kita punya program 10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas. Salah satunya agar UMKM kita tumbuh dan melahirkan kelas menengah yang kuat, yang tumbuh," jelas Ketua Umum PKB itu.
Program "10 Juta Naik Kelas" dirancang untuk memastikan adanya mobilitas vertikal bagi para pelaku usaha kecil agar bisa berkembang menjadi skala menengah, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang luas.
Cak Imin juga memberikan tanggapan singkat mengenai tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini terus melemah. Ia memastikan bahwa stabilitas mata uang menjadi prioritas utama pemerintah dalam waktu dekat.
"Itu juga menjadi agenda mendesak untuk diatasi. Terima kasih," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?
-
RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos
-
BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya
-
Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus: Hadapi Tantangan Global, Pemda Harus Kolaborasi
-
Kejagung Klaim Sudah Lacak Keberadaan Jurist Tan Buron Kasus Chromebook
-
DPR: Daerah Sudah Tak Mampu Gaji PPPK, Guru Harus Diangkat Jadi PNS
-
Kisah Warga di Jabar Rela Patungan untuk Bayar Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes
-
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
-
Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!
-
Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia