News / Nasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 18:15 WIB
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Kemensos mencoret lebih dari 11.000 Keluarga Penerima Manfaat bansos pada triwulan pertama 2026 karena terlibat judi online.
  • Sanksi pemutusan bantuan secara permanen diberikan kepada penerima yang terbukti secara sengaja menggunakan dana untuk perjudian.
  • Kemensos berkolaborasi dengan PPATK untuk memperketat pengawasan data guna memastikan penyaluran bansos tepat sasaran bagi masyarakat.

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas dengan mencoret lebih dari 11.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) pada triwulan pertama tahun 2026.

Langkah ini dilakukan setelah para penerima bantuan tersebut terindikasi menggunakan dana bansos untuk aktivitas judi online (judol).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa seluruh nama yang dihapus dari daftar penerima manfaat pada awal tahun ini memiliki catatan transaksi yang mencurigakan.

"Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama. Semuanya terindikasi memang judol," ujar Gus Ipul kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Meski angka 11.000 tergolong besar, Gus Ipul menyebut jumlah ini sebenarnya menunjukkan penurunan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada tahun 2025, Kemensos sempat mencoret hingga 600.000 penerima bansos karena masalah yang sama.

Tren penurunan ini terus berlanjut hingga triwulan kedua tahun 2026 yang hanya menyisakan 75 KPM untuk dicoret.

"Artinya apa? Artinya sudah ada penurunan secara drastis ya, pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol. Saya berterima kasih dengan PPATK yang telah memberikan informasi cukup baik sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan," jelasnya.

Gus Ipul membeberkan bahwa mayoritas dari 11.000 penerima yang dicoret tersebut berada di kelompok ekonomi terbawah, yakni Desil 1 dan Desil 2.

Baca Juga: BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya

Pihaknya menemukan adanya berbagai modus, mulai dari penggunaan dana secara sengaja oleh KPM hingga data yang dimanfaatkan oleh pihak lain.

bansos yang cair di bulan januari 2026/freepik

Bagi mereka yang terbukti secara sengaja menggunakan uang negara untuk berjudi, Kemensos memberikan sanksi berat berupa pemutusan bantuan secara permanen.

"Ada yang dimanfaatkan oleh orang lain, ada yang sengaja. Kalau yang sengaja ya, itu kita beri garis merah. Sampai sekarang ya kita sudah, sudah permanen ya (pencoretannya)," tegas Gus Ipul.

Ke depan, Kemensos akan terus memperketat pengawasan dengan menyerahkan data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) kepada PPATK.

Langkah pemadanan data ini bertujuan untuk menyisir kembali jika masih ada penerima bansos yang terlibat dalam ekosistem judi online.

Selain penindakan, Gus Ipul memastikan pendampingan di tingkat daerah akan terus diperkuat. Para pendamping di lapangan diharapkan mampu mengedukasi masyarakat agar bantuan sosial digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan taraf hidup, bukan untuk aktivitas ilegal.

Load More