Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 13 Mei 2026 | 12:00 WIB
Kuil Namkhe Nyingpo Goemba, Bhutan. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Bhutan menerapkan kebijakan pariwisata High Value, Low Volume dengan mengenakan biaya pembangunan berkelanjutan bagi setiap wisatawan mancanegara.
  • Pemerintah Bhutan mengembangkan proyek Gelephu Mindfulness City sebagai pusat pariwisata regeneratif guna menjaga kelestarian alam dan budaya negara.
  • Bhutan akan menyelenggarakan Bhutan International Travel Mart pada 11-13 Juni 2026 di Thimphu untuk mempromosikan visi pariwisata global.

Suara.com - Di dunia yang kian bising, Kerajaan Bhutan tetap berdiri sebagai sebuah paradoks yang memikat: sebuah negeri yang tidak mengejar angka kunjungan massal, melainkan kedalaman pengalaman.

Dikenal sebagai "Negeri Naga Guntur," Bhutan menawarkan lebih dari sekadar pemandangan pegunungan; ia menawarkan harmoni antara spiritualitas, budaya yang terjaga, dan alam yang masih murni. Bagi Anda yang mendambakan slow travel dan perjalanan healing, Bhutan adalah jawaban yang menghadirkan ketenangan jiwa di setiap musimnya.

Berbeda dengan destinasi lain, Bhutan menerapkan prinsip pariwisata High Value, Low Volume. Prinsip ini memastikan bahwa identitas unik dan sumber daya alam Bhutan tetap terjaga bagi generasi mendatang melalui Biaya Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Fee atau SDF) sebesar USD 100 per malam bagi wisatawan mancanegara.

Kontribusi ini bukan sekadar biaya, melainkan investasi wisatawan pada kelestarian budaya, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan di sana.

Pengalaman Mindful yang Tak Terlupakan

Setiap sudut Bhutan dirancang untuk menyentuh indra dan menginspirasi jiwa. Berikut adalah beberapa cara terbaik untuk meresapi kemurnian Bhutan:

  1. Wisata Wellness dan Spiritual: Mengunjungi biara-biara kuno yang menggantung di tebing, merasakan pemandian batu panas (hot-stone) tradisional, hingga mendalami budaya spiritual yang masih sangat hidup.
  2. Astro-Wisata: Menikmati pengamatan bintang di bawah langit malam yang paling jernih di kawasan Himalaya.
  3. Petualangan Alam: Melakukan hiking, arung jeram, hingga teknik memancing fly-fishing di sungai-sungai jernih yang membelah lembah rimbun.
  4. Ekowisata dan Helikopter: Menjelajahi wilayah kaya keanekaragaman hayati atau menikmati pemandangan spektakuler puncak Himalaya melalui tur helikopter.
  5. Keajaiban Musim: Menikmati pegunungan bersalju di musim dingin, mekarnya rhododendron di musim semi, lembah hijau di musim panas, hingga festival tarian topeng sakral di musim gugur.

Menuju Masa Depan: Gelephu Mindfulness City

Bhutan kini tengah menyiapkan babak baru melalui visi Gelephu Mindfulness City (GMC). GMC diproyeksikan menjadi pusat pariwisata berbasis kesadaran (mindful) dan regeneratif yang akan menjadi suaka bagi ketenangan dunia. Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, menjelaskan filosofi di balik arah baru ini bahwa GMC adalah inti dari masa depan mereka, sebuah cetak biru visioner yang akan menjadi suaka hidup bagi ketenangan, serta menjadi penggerak utama pariwisata bernilai tinggi.

Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, menjelaskan filosofi di balik arah baru ini:

Baca Juga: Liburan ke Kepulauan Seribu Makin Praktis, PIK Siapkan Dermaga CBD Beachwalk

"GMC adalah inti dari masa depan kami–sebuah cetak biru visioner yang akan menjadi suaka hidup bagi ketenangan, serta menjadi penggerak utama pariwisata bernilai tinggi," katanya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Sebagai upaya memperkuat keterlibatan dengan dunia, Bhutan secara resmi meluncurkan situs web resmi untuk mendukung gelaran Bhutan International Travel Mart (BITM) perdana yang akan berlangsung pada 11 hingga 13 Juni 2026 di Thimphu. Ajang tahunan ini dirancang untuk memperkenalkan visi pariwisata Bhutan secara langsung kepada para pelaku industri perjalanan global.

Melalui BITM, Bhutan ingin memastikan bahwa setiap kunjungan memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal, menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, serta membangun ekonomi yang tangguh berdasarkan kualitas. Bagi Anda yang siap memulai perjalanan transformatif ini, visa dapat diperoleh secara daring dengan waktu pemrosesan sekitar lima hari. Bhutan telah membuka pintunya, mengundang Anda untuk merasakan perjalanan melintasi waktu, budaya, dan alam.

Load More