Bisnis / Keuangan
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi Wisata bali yang akan kini telah terintegrasi layanan digital banking. [ist]
Baca 10 detik
  • PT Bank Tabungan Negara bekerja sama dengan PT Mitra Kasih Perkasa membangun sistem ticketing digital terintegrasi di Bali.
  • Kolaborasi ini memfasilitasi transaksi non-tunai perbankan melalui ATM, EDC, serta QRIS di destinasi wisata dan pelabuhan strategis.
  • Layanan tersebut terhubung dengan aplikasi Bale by BTN guna meningkatkan efisiensi ekosistem keuangan bagi wisatawan dan pelaku usaha.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggandeng PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) untuk membangun sistem ticketing digital terintegrasi di sejumlah pelabuhan dan destinasi wisata Bali.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah digitalisasi sektor pariwisata sekaligus memperluas layanan berbasis ekosistem yang tengah dikembangkan BTN.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan layanan ticketing terintegrasi serta layanan keuangan digital di kawasan wisata dan pelabuhan Bali.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan penyaluran KPR telah mencapai 6 juta rumah mendorong raihan laba Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026, [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperluas layanan berbasis ekosistem. Khususnya pada sektor pariwisata yang memiliki potensi transaksi tinggi dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal. BTN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan perjalanan wisatawan," ujar Nixon seperti dikutip, Rabu (13/5/2026).

Dalam kerja sama tersebut, MKP berperan sebagai penyedia sistem ticketing terintegrasi, sementara BTN menjadi exclusive banking partner yang mendukung transaksi tunai maupun non-tunai.

Seluruh proses settlement transaksi juga ditempatkan di rekening BTN guna memperkuat ekosistem keuangan yang lebih efisien dan terintegrasi.

BTN nantinya akan menghadirkan berbagai layanan perbankan di kawasan wisata dan pelabuhan, mulai dari ATM dan CRM BTN, pembayaran melalui EDC dan QRIS BTN bagi merchant dan UMKM, hingga layanan transaksi digital lainnya.

Selain itu, pengembangan ekosistem wisata digital tersebut akan terhubung dengan Bale by BTN, super apps milik perseroan.

Melalui aplikasi itu, wisatawan dapat mengakses layanan pemesanan tiket wisata dan transportasi, pembayaran digital, hingga kebutuhan transaksi lainnya dalam satu platform.

Baca Juga: Hotel Mewah Indonesia Bangkit, Okupansi Akhirnya Tembus Level Pra-Pandemi

"Bale by BTN kami dorong menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat, termasuk sektor pariwisata," jelas Nixon.

BTN menilai sektor pariwisata Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui layanan transaksi digital terintegrasi. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 16,3 juta orang dengan kontribusi devisa pariwisata sebesar Rp176 triliun.

Nixon menyebut MKP memiliki posisi strategis dalam pengelolaan ekosistem wisata Bali, termasuk di Pelabuhan Matahari Terbit Sanur, Desa Wisata Penglipuran, hingga sejumlah pelabuhan wisata di Nusa Penida dan Nusa Ceningan.

Sementara itu, CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada mengatakan digitalisasi pariwisata kini tidak lagi hanya soal destinasi, tetapi juga integrasi layanan perjalanan wisata secara menyeluruh.

"Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey dapat terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di area destinasi. Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end," kata Nicholas.

Saat ini MKP diketahui telah mendukung pengelolaan transaksi operator kapal dan layanan wisata di sejumlah pelabuhan strategis Bali dan Nusa Penida, termasuk Pelabuhan Sanur Matahari Terbit, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, hingga Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan

Load More