Suara.com - IESR Dorong Pemerintah Fokus Perkuat B40 daripada Memaksakan B50
Ambisi pemerintah meningkatkan kadar campuran biodiesel dari 40 persen atau B40 menjadi 50 persen atau B50 dinilai perlu dilakukan secara hati-hati. Meski kebijakan tersebut disebut bertujuan menekan impor bahan bakar minyak (BBM), sejumlah pihak menilai penerapan B50 berpotensi memunculkan risiko baru terhadap ekonomi, harga pangan, hingga lingkungan.
Institute for Essential Services Reform (IESR) merekomendasikan pemerintah tetap berfokus pada penguatan program B40 yang dinilai lebih realistis untuk kondisi Indonesia saat ini.
CEO IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan kebijakan B50 belum layak diterapkan secara ekonomi kecuali harga minyak dunia melonjak sangat tinggi.
“B50 itu menurut kami gak layak. Dia hanya jadi layak, kalau harga minyak di atas 110 dolar per barel,” ujar Fabby.
Menurutnya, biaya produksi biodiesel B50 diperkirakan 20 hingga 30 persen lebih mahal dibandingkan solar konvensional. Karena itu, mempertahankan B40 dinilai menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
Fabby menjelaskan, peningkatan kebutuhan biodiesel hingga B50 berisiko menyedot lebih banyak pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk kebutuhan energi. Jika kondisi itu terjadi, pasokan untuk kebutuhan pangan domestik seperti minyak goreng dapat terganggu dan memicu kenaikan harga di masyarakat.
“Kalau dipaksakan, tekanan terhadap pasokan sawit domestik akan semakin besar. Dampaknya bisa ke harga minyak goreng dan kebutuhan pangan lainnya,” katanya.
Selain aspek ekonomi dan pangan, IESR juga menyoroti dampak lingkungan yang berpotensi muncul dari peningkatan penggunaan biodiesel berbasis sawit. Mengutip laporan Greenpeace Indonesia yang sebelumnya dilansir Suara.com pada 30 April 2026, peningkatan permintaan sawit untuk kebutuhan energi berpotensi mendorong ekspansi lahan perkebunan dan memperbesar risiko deforestasi.
Menurut IESR, mempertahankan B40 sebagai standar utama memberikan ruang bagi pemerintah untuk fokus meningkatkan produktivitas lahan sawit yang sudah ada dibanding membuka lahan baru.
Baca Juga: Pohon Tidak Lagi Cukup Jadi Solusi Atasi Panas Ekstrem di Perkotaan
IESR pun merekomendasikan agar B50 ditempatkan sebagai opsi cadangan yang hanya diterapkan ketika harga minyak dunia berada di atas 110 dolar per barel. Strategi tersebut dinilai dapat membantu Indonesia menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, stabilitas harga pangan, dan perlindungan lingkungan.
Di tengah upaya transisi energi, IESR menilai kebijakan biodiesel perlu dirancang secara cermat agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat maupun keuangan negara. Penguatan B40 dianggap menjadi langkah yang lebih aman sambil pemerintah menyiapkan sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Penulis: Natasha Suhendra
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur