Lifestyle / Male
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:10 WIB
Ahmad Muzani (Instagram/ahmadmuzani2)
Baca 10 detik
  • Ahmad Muzani memutuskan mengulang final LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat.
  • Hal ini demi menjamin keadilan serta transparansi penilaian.
  • Keputusan mengulang lomba tersebut diambil sebagai respons cepat atas polemik ketidakadilan juri yang dikritik oleh masyarakat umum.

Suara.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani kembali menjadi sorotan publik. Selain karena keputusan tegasnya mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat, kekayaannya yang mencapai puluhan miliar rupiah juga menjadi pembicaraan.

Sebagai politisi senior Partai Gerindra, Muzani dikenal sebagai figur yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Kepemimpinannya di MPR menandai peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Lantas, berapa kekayaan Ahmad Muzani?

Harta Kekayaan Ahmad Muzani

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani pada acara Peringatan Hari Konstitusi di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/8/2025). [Setjen MPR RI]

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Maret 2024, total kekayaan Ahmad Muzani mencapai Rp59,125 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan laporan sebelumnya.

Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp42,65 miliar.

Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp1,1 miliar, termasuk Toyota Fortuner 2016 (Rp300 juta) dan Honda Freed 2011 (Rp100 juta).

Selain itu, harta bergerak lainnya mencapai Rp4,55 miliar, surat berharga Rp375 juta, kas dan setara kas Rp8,59 miliar, serta harta lainnya Rp1,85 miliar.

Kekayaan Muzani tidak lepas dari latar belakangnya sebagai pengusaha sebelum terjun ke politik. Lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 15 Juli 1968, ia menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.

Karier awalnya sebagai wartawan majalah Amanah dan penyiar radio Ramako membuka jalan bagi jaringan bisnis yang luas.

Baca Juga: Ketua MPR Ahmad Muzani dari Partai Apa? Jadi Sorotan di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Ia sempat menjadi direktur radio di kawasan Serang, Banten. Pengalaman organisasi sejak remaja, termasuk memimpin Pelajar Islam Indonesia (PII), membentuk karakternya sebagai pemimpin.

Pada 13 Mei 2026, Muzani mengumumkan keputusan penting: mengulang final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil setelah polemik penilaian juri yang dianggap tidak adil terhadap tim SMAN 1 Pontianak.

Dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ia menyatakan MPR mendengar aspirasi masyarakat.

Ia menjanjikan perubahan mendasar. MPR akan menggandeng juri independen, tanpa melibatkan unsur internal MPR seperti sebelumnya. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung prosesnya untuk memastikan transparansi dan keadilan.

Keputusan ini mendapat apresiasi karena menunjukkan respons cepat terhadap kritik publik, sekaligus memperkuat citra MPR sebagai lembaga yang pro-rakyat dan pro-pemuda.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar sendiri bertujuan memperkenalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.

Load More