- Industri herbal Indonesia terus tumbuh didorong tren global, meski pelaku usaha menghadapi tantangan perizinan dan persaingan ketat.
- Brand herbal Sanga Sanga merayakan hari jadi kedua di Bali dengan fokus memperkuat kualitas, legalitas, dan distribusi.
- Sanga Sanga sukses menembus pasar internasional, memperoleh izin edar Eropa, serta berpartisipasi dalam forum WIPO di Jenewa.
Kementerian Perdagangan sendiri mencatat program business matching UMKM Indonesia pada semester pertama 2025 berhasil mencatat potensi transaksi ekspor mencapai Rp1,41 triliun.
Sementara itu, menurut Kemendag sampai dengan Juni 2025 lalu sebanyak 609 UMKM telah menembus pasar ekspor.
Perjalanan berbagai brand herbal lokal saat ini menunjukkan bahwa industri berbasis bahan alami masih memiliki ruang tumbuh yang besar.
Namun di saat yang sama, pelaku usaha juga dituntut semakin adaptif dalam menghadapi perubahan pasar, penguatan regulasi, serta meningkatnya standar kualitas di tingkat nasional maupun global.
Selain penguatan pasar, perusahaan juga terus memperluas inovasi produk. Dalam momentum perayaan dua tahunnya di Bali, Sanga Sanga memperkenalkan produk terbaru bernama Sanga Sanga Gatalin yang diformulasikan untuk membantu mengatasi keluhan gatal-gatal dan membantu menjaga kesehatan kulit.
Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto, menilai perkembangan industri herbal Indonesia saat ini membuka peluang besar bagi karya lokal untuk berkembang lebih luas, selama kualitas dan kepercayaan masyarakat tetap dijaga.
"Indonesia memiliki kekayaan bahan alami dan budaya herbal yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin luas," ujar Bambang Pranoto.
Selain penguatan pasar internasional, perusahaan juga mencatat sejumlah pencapaian lain dalam dua tahun terakhir, di antaranya meraih Rekor MURI Dunia pada 2024 hingga memperoleh penghargaan Superbrands Indonesia 2026 kategori produk herbal.
Rangkaian acara berlangsung meriah melalui pertunjukan budaya Bali, apresiasi penghargaan kepada mitra terbaik, hiburan musik, doorprize, hingga fire dance di tepi pantai Jimbaran yang semakin memperkuat semangat kebersamaan seluruh keluarga besar Sanga Sanga.
Baca Juga: Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
Di usia yang baru menginjak dua tahun, Sanga Sanga membuktikan bahwa sebuah brand tidak hanya dibangun melalui penjualan, tetapi melalui perjuangan, konsistensi, inovasi, dan kepercayaan yang dijaga setiap hari.
Dengan semangat “Berjaya Bersama Sanga Sanga”, perusahaan optimistis akan terus memperluas manfaat produk herbal Indonesia sekaligus memperkuat posisi Sanga Sanga sebagai salah satu brand herbal nasional yang tumbuh kuat, terpercaya, dan siap melangkah ke pasar dunia.
Berita Terkait
-
Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya
-
Cushion Dior Harga Berapa? 4 Produk Lokal Ini Bisa Jadi Pilihan Lebih Hemat Rp100 Ribuan
-
Berapa Harga Lipstik Dior Ori? Ini Daftar Harga dan 4 Lipstik Lokal yang Lebih Murah
-
3 Lipstik Viva Cosmetics yang Nyaman Dipakai dan Tidak Bikin Bibir Kering
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering
-
Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat
-
Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang