-
Tradisi titip doa jemaah haji menjadi fenomena kultural di Indonesia.
-
Hukum meminta doa kepada orang saleh di tempat mulia diperbolehkan.
-
Etika tradisi titip doa wajib dijaga agar tidak membebani jemaah.
Suara.com - Musim haji selalu menjadi momen yang emosional bagi masyarakat Indonesia.
Tak sekadar menjalankan rukun Islam kelima, bagi banyak orang, haji adalah puncak perjalanan spiritual sekaligus simbol status sosial yang sangat dihormati.
Di Madura misalnya, seseorang yang sudah pulang dari Tanah Suci akan dipandang sebagai sosok yang saleh, bijaksana, dan punya modal sosial kuat di masyarakat. Hal serupa juga terlihat di budaya Betawi, Bugis, hingga Minangkabau.
Di samping itu, selalu ada satu tradisi yang sudah mengakar kuat setiap kali ada kerabat atau orang di sekitar hendak menunaikan ibadah haji, yaitu Titip Doa.
Mulai dari minta dilancarkan rezeki, enteng jodoh, sampai sukses karier. Namun sebenarnya, bagaimana sih hukum dan etika titip doa ini dalam Islam?
Mengapa Banyak Orang Titip Doa?
Sebenarnya, seseorang bisa berdoa kepada Allah SWT di mana saja. Namun, jemaah haji berada di tempat-tempat yang diyakini paling mustajab atau dikabulkannya doa, seperti di depan Multazam, Raudhah, hingga saat wukuf di Arafah.
Karena itu, banyak orang suka menitipkan doanya kepada orang-orang yang hendak menunaikan ibadah haji dengan harapan agar doanya cepat terkabul.
Tradisi ini membuktikan bahwa haji bukan hanya perjalanan pribadi, tapi juga harapan kolektif keluarga dan komunitas.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Model Antik, Harga Mulai Rp40 Ribuan!
Selain titip doa, tak jarang orang menitip batu, kerikil hingga kurma muda dari Tanah Haram sebagai "jimat" atau sesuatu yang diyakini bisa membantu program kehamilan.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan masyarakat terhadap keberkahan yang dibawa oleh jemaah haji.
Hukumnya Titip Doa Pada Jemaah Haji dalam Islam
Para ulama sepakat bahwa meminta doa kepada orang saleh atau mereka yang sedang beribadah di tempat mulia hukumnya boleh.
Bahkan, ada hadis Rasulullah SAW yang mendukung hal ini:
"Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa pengetahuan orang itu adalah mustajab..." (HR. Muslim).
Tag
Berita Terkait
-
Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
-
Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti