- Film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale resmi dirilis perdana pada 12 April 2026.
- Karya ini mengangkat isu eksploitasi sumber daya alam, konflik agraria, serta praktik kolonialisme modern di wilayah Indonesia.
- Hingga Mei 2026, film berdurasi 95 menit ini hanya tersedia melalui pemutaran terbatas pada forum komunitas dan akademik.
Secara garis besar, film ini menyoroti soal konflik agraria, dugaan perampasan tanah masyarakat adat, hingga ekspansi industri tambang dan perkebunan. Konflik yang disorot juga meliputi kerusakan lingkungan, kriminalisasi warga,hingga relasi antara korporasi, aparat, dan elite kekuasaan.
Lewat dokumentasi lapangan dan wawancara mendalam, film ini mencoba menggambarkan bagaimana proyek-proyek industri skala besar dapat mengubah kehidupan masyarakat lokal.
Istilah “Pesta Babi” dalam judul film digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan perebutan sumber daya alam yang dianggap hanya menguntungkan kelompok tertentu, sementara masyarakat sekitar justru menerima dampak sosial dan ekologis.
Dokumenter ini mengambil pendekatan visual yang kuat dengan menampilkan rekaman kondisi lingkungan, testimoni warga terdampak, arsip kebijakan, hingga investigasi lapangan dari sejumlah wilayah di Indonesia.
Siapa Pembuat Film Pesta Babi?
Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale.
Nama Dandhy Dwi Laksono sendiri sudah dikenal luas sebagai jurnalis dan sineas dokumenter yang aktif mengangkat isu lingkungan, hak asasi manusia, dan politik melalui berbagai karya investigatif.
Sementara Cypri Dale juga dikenal sebagai pembuat dokumenter yang banyak terlibat dalam produksi film bertema sosial dan advokasi masyarakat.
Film ini diproduksi oleh kolektif Ekspedisi Indonesia Baru yang selama ini aktif membuat dokumenter investigatif dan kerja-kerja jurnalisme visual independen.
Keterlibatan Dandhy Dwi Laksono membuat film ini langsung menarik perhatian publik karena ia sebelumnya dikenal lewat sejumlah film dokumenter yang kritis terhadap isu sosial dan kebijakan publik.
Baca Juga: Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton
Berapa Durasi Film Pesta Babi?
Film dokumenter Pesta Babi memiliki durasi sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit.
Selama durasi tersebut, penonton diajak mengikuti perjalanan investigasi ke berbagai daerah yang mengalami konflik sumber daya alam dan perubahan lingkungan akibat proyek industri besar.
Popularitas film ini meningkat setelah berbagai cuplikan diskusi dan potongan adegan tersebar di media sosial.
Selain karena tema yang diangkat dianggap sensitif dan relevan dengan kondisi sosial di Indonesia, banyak publik juga penasaran karena film ini belum tayang secara luas di bioskop maupun platform streaming.
Tak sedikit pengguna media sosial kemudian mencari tahu jadwal screening dan cara menonton film dokumenter tersebut.
Di sisi lain, keterlibatan nama besar seperti Dandhy Dwi Laksono ikut membuat film ini menjadi bahan diskusi publik, khususnya di kalangan anak muda, aktivis lingkungan, dan komunitas film dokumenter.
Berita Terkait
-
Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya
-
Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA
-
Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton
-
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
-
Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis