Lifestyle / Female
Selasa, 19 Mei 2026 | 13:17 WIB
hukum wanita haid ziarah kubur (Freepik)
Baca 10 detik
  • Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu istimewa yang memiliki keutamaan amal saleh melebihi hari-hari lainnya dalam Islam.
  • Wanita yang sedang haid tetap dapat meraih pahala besar melalui berbagai amalan ibadah.
  • Berbagai amalan seperti berdzikir, bersedekah, memberi makan orang berpuasa, hingga menuntut ilmu agama bisa dilakukan.

Pahala amal saleh dilipatgandakan di 10 hari pertama Dzulhijjah.

Mengeluarkan sedekah, baik berupa uang, makanan, atau bantuan tenaga, merupakan cara efektifuntuk memanen pahala tanpa terhalang kondisi haid.

5. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa

Bagi wanita haid yang tidak bisa menjalankan puasa sunnah, ia bisa mendapatkan pahala serupa dengan orang yang berpuasa.

Caranya adalah dengan menyediakan hidangan berbuka bagi keluarga atau orang lain yang menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, atau Arafah.

6. Mendengarkan Lantunan Al-Qur'an

Meski dilarang menyentuh mushaf secara langsung menurut mayoritas ulama, wanita haid tetap dianjurkan untuk mendengarkan murattal Al-Qur'an.

Mendengarkan kalam Allah dapat memberikan ketenangan jiwa dan tetap menjaga kedekatan hati dengan Al-Qur'an.

7. Murajaah Hafalan atau Membaca Tafsir

Baca Juga: Bolehkah Menggabungkan Kurban dan Aqiqah dalam Satu Hewan Sembelihan? Simak Hukumnya

Wanita yang memiliki hafalan Al-Qur'an tetap boleh mengulang hafalannya secara lisan (tanpa menyentuh mushaf).

Selain itu, membaca buku tafsir atau Al-Qur'an terjemahan juga diperbolehkan sebagai sarana belajar dan tadabbur ayat-ayat Allah.

8. Menuntut Ilmu Agama

Menghadiri majelis taklim, mendengarkan ceramah agama secara online, atau membaca buku-buku keislaman adalah amalan mulia.

9. Berbuat Baik kepada Sesama (Khidmat)

Membantu orang tua, melayani suami, atau menolong tetangga yang membutuhkan merupakan bentuk amal saleh.

Load More