- Mencuci beras bertujuan untuk menghilangkan debu, kotoran, sisa pati, serta mengurangi residu kimia.
- Pakar menyarankan pencucian beras idealnya dilakukan dua hingga tiga kali saja.
- Air cucian tidak perlu sampai bening karena warna keruh mengandung nutrisi penting yang justru bermanfaat.
Suara.com - Mencuci beras adalah ritual wajib sebelum memasak nasi bagi masyarakat Indonesia. Namun, hingga kini masih banyak perdebatan mengenai teknik yang paling benar.
Ada yang beranggapan beras harus dicuci berkali-kali sampai airnya bening, namun ada juga yang khawatir nutrisinya akan hilang.
Lantas, mencuci beras sebaiknya berapa kali? Dan apakah benar air cuciannya harus sampai bening? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Beras Perlu Dicuci?
Sebelum menjawab frekuensinya, kita perlu memahami alasan mengapa beras harus dicuci:
1. Menghilangkan Kelebihan Pati (Starch): Mencuci beras membuang sisa pati pada permukaan butiran beras. Hal ini mencegah nasi menjadi terlalu lengket atau menggumpal setelah matang.
2. Membersihkan Kotoran: Proses distribusi beras seringkali melibatkan debu, sekam, atau benda asing kecil lainnya yang perlu dibersihkan.
3. Mengurangi Residu Kimia: Mencuci beras dapat membantu mengurangi sisa pestisida atau kandungan arsenik yang mungkin menempel selama proses penanaman dan penggilingan.
Mencuci Beras Sebaiknya Berapa Kali?
Baca Juga: Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg
Menurut para ahli kuliner dan pakar gizi, frekuensi mencuci beras yang ideal adalah 2 sampai 3 kali saja.
Pencucian sebanyak dua hingga tiga kali dianggap sudah cukup untuk membuang debu dan kelebihan pati tanpa merusak struktur butiran beras secara berlebihan.
Jika Anda mencucinya lebih dari itu, ada risiko besar nutrisi penting di dalamnya ikut terbuang.
Apakah Air Harus Sampai Benar-Benar Bening?
Jawabannya adalah tidak.
Banyak orang salah kaprah dengan menganggap air yang masih keruh adalah tanda beras masih kotor. Padahal, warna keruh tersebut berasal dari pati dan lapisan luar beras yang kaya akan vitamin dan mineral.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China
-
Luthfi Tantang Kepala Daerah Jaga APBD: Tak Boleh Ada Satu Rupiah Pun Salah Sasaran
-
BRI Group Perkuat Daya Saing Global dengan Enam Penghargaan di 2026
-
Alumni Unsoed: Usut Suap Saja Tak Cukup, Tata Kelola Kampus Harus Diaudit Total
-
Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli UGM Sebut Penetapan Tersangka Tak Wajib Diperiksa Dulu
-
Penerbangan di Kalimantan Kacau Balau, Penumpang Terlantar Hingga Pembatalan
-
Pelayanan JKN Cepat dan Mudah, Titik Rasakan Manfaat Saat Anak Dirawat
-
10 Contoh Benda Berbentuk Belah Ketupat dan Jajargenjang di Kehidupan Sehari-hari
-
Ulasan The Sound of Magic: Melihat Standar Kedewasaan dalam Hidup Anak Muda
-
Chandra Asri Caplok Saham Otomotif Pengendali Astra International di Singapura dan Malaysia