Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:15 WIB
Puncak acara Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 . (Dok: Nyalanesia)

“Anak-anak Indonesia harus diberi ruang untuk percaya pada dirinya sendiri. Guru harus terus didukung untuk berkembang. Dan sekolah harus menjadi tempat lahirnya karya, kreativitas, dan masa depan,” ujar Helmy.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan, tetapi oleh kemampuan belajar dan beradaptasi.

“Masa depan tidak dimenangkan oleh orang yang paling kuat, tetapi oleh orang yang paling cepat belajar dan beradaptasi,” tambahnya.

FLN 2026 berlanjut dengan Pentas Karya di Halaman Pasar Antik Triwindu Surakarta. Agenda ini menghadirkan ekspresi seni dan kreativitas peserta terbaik tingkat nasional. Melalui panggung tersebut, literasi tidak hanya hadir dalam bentuk tulisan, tetapi menjelma menjadi pertunjukan, ekspresi budaya, gagasan, dan pengalaman yang dapat dirayakan bersama.

Kehadiran Pentas Karya di ruang publik juga memperkuat identitas Surakarta sebagai kota budaya. Pasar Antik Triwindu menjadi latar yang relevan untuk mempertemukan literasi, seni, kreativitas, dan kehidupan masyarakat.

Dengan semangat “10 Tahun Bergerak, Terbitkan Dampak”, FLN 2026 menegaskan bahwa karya siswa dan guru Indonesia layak mendapat ruang, panggung, dan apresiasi. Dari buku, penghargaan, hingga pentas karya, literasi menjadi gerakan yang hidup dan terus menyalakan masa depan pendidikan Indonesia. ***

Load More