Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 24 Mei 2026 | 07:00 WIB
Bobocabin Signature Sukawana mendapat sertifikasi Green Choice Sustainable Tourism Standard pertama di Asia dan kedua di dunia. (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Bobocabin Sukawana di Bandung Barat menjadi akomodasi pertama di Asia yang meraih sertifikasi pariwisata berkelanjutan Green Choice.
  • Pengelola menerapkan desain kabin modular dan operasional ketat guna meminimalkan dampak kerusakan pada ekosistem hutan alami setempat.
  • Pariwisata berkelanjutan ini turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui perekrutan tenaga kerja dan kolaborasi bersama pelaku UMKM.

Suara.com - Bagi masyarakat urban yang terbiasa dengan ritme kota yang bising dan serbacepat, gagasan untuk melarikan diri sejenak ke tengah hutan sering kali menjadi obat penawar paling mujarab. Suara gemerisik daun, udara dingin yang menusuk kulit, hingga kabut pagi yang turun perlahan menawarkan ketenangan yang sulit dicari di antara gedung-gedung beton. Fenomena ini memicu lahirnya tren baru dalam gaya hidup berlibur (traveling), di mana batas antara petualangan alam terbuka dan kenyamanan modern mulai melebur menjadi satu pengalaman yang utuh.

Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran global, esensi dari menikmati alam kini mengalami pergeseran makna yang mendalam. Menepi ke area hijau bukan lagi sekadar perkara berburu foto estetik untuk dipajang di media sosial. Para pelancong modern mulai mempertanyakan jejak yang mereka tinggalkan: Apakah kehadiran mereka di tengah hutan membawa manfaat, atau justru perlahan mengikis keasrian ekosistem tersebut?

Kesadaran kolektif inilah yang kemudian mendorong industri perhotelan (hospitality) untuk mendefinisikan ulang konsep kemewahan dan kenyamanan. Pengalaman menginap berbasis alam kini dituntut untuk berjalan beriringan dengan komitmen konservasi yang nyata dan terukur.

Sertifikasi Dunia di Tengah Lanskap Sukawana

Salah satu contoh nyata dari penerapan konsep ini dapat dilihat di kawasan Sukawana, Bandung Barat. Di tengah hamparan lanskap alaminya, terdapat sebuah pendekatan akomodasi yang berhasil membuktikan bahwa teknologi dan kelestarian hutan dapat hidup berdampingan secara harmonis. Keberhasilan dalam menjaga keseimbangan ini bahkan baru saja mendapat pengakuan resmi melalui sertifikasi pariwisata berkelanjutan berskala internasional, Green Choice Sustainable Tourism Standard, yang dikeluarkan oleh Control Union Indonesia, sebuah lembaga audit independen yang terafiliasi dengan skema global seperti Global Sustainable Tourism Council (GSTC).

Sertifikasi ini menempatkan pendekatan arsitektur dan operasional di kawasan tersebut ke dalam peta pemandu pariwisata berkelanjutan, sebagai yang pertama di Asia dan kedua di dunia yang berhasil memenuhi standar ketat tersebut. Langkah ini menegaskan bahwa sebuah kenyamanan tidak harus dibayar mahal dengan rusaknya bentang alam sekitar.

Co-Founder dan CEO Bobobox, Indra Gunawan, mengungkapkan bahwa visi ini telah ditanamkan sejak awal mula mereka merancang konsep ruang istirahat berbasis alam.

“Sejak awal, kami percaya bahwa pengalaman menginap berbasis alam juga perlu dibangun dengan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas sekitar. Sertifikasi ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga komitmen tersebut dalam pengembangan maupun operasional Bobobox ke depannya,” ungkap Indra.

Detail Operasional dan Kemanusiaan di Lapangan

Baca Juga: Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah

Dalam praktik keseharian di lapangan, esensi dari pariwisata berkelanjutan diwujudkan melalui detail-detail operasional yang sangat spesifik. Desain kabin modular yang diterapkan diatur sedemikian rupa agar meminimalkan perubahan pada bentuk asli lanskap tanah dan bebatuan alami. Selain itu, sistem pengelolaan kawasan dirancang ketat demi mempertahankan area resapan air hujan, sementara aktivitas para tamu dikendalikan agar tidak menghasilkan polusi suara maupun cahaya yang dapat mengganggu siklus hidup flora dan fauna yang menghuni kawasan hutan tersebut.

Di samping menjaga kelestarian ekologis, gaya hidup berkelanjutan juga tidak dapat dipisahkan dari aspek kemanusiaan (social viability). Sebuah destinasi wisata dinilai benar-benar hidup jika ia mampu menjadi bagian organik yang menyejahterakan ruang hidup di sekitarnya. Hal ini diwujudkan melalui prioritas perekrutan tenaga kerja yang berasal dari desa setempat, serta membuka ruang kolaborasi yang luas bagi para pemasok bahan baku dan pelaku UMKM lokal.

Apresiasi terhadap integrasi nyata antara sistem modern dan kearifan lokal ini juga datang dari dunia internasional. Menyatukan prinsip-prinsip ramah lingkungan ke dalam sistem operasional hotel bukanlah perkara mudah, namun hal tersebut sangat mungkin untuk diwujudkan jika direncanakan secara matang.

Managing Director Control Union Indonesia, Gayan Wijesiriwardana, turut memberikan pandangannya mengenai pencapaian ini:

“Pencapaian Bobocabin Signature Sukawana sebagai properti pertama di Asia dan kedua di dunia yang memperoleh sertifikasi Green Choice menunjukkan bagaimana pendekatan keberlanjutan dapat diintegrasikan secara nyata dalam operasional hospitality. Kami mengapresiasi dan tentunya terus mendukung komitmen Bobobox dalam mendorong praktik pariwisata yang lebih bertanggung jawab,” ujar Gayan.

Pulang dengan Pikiran Lebih Jernih

Pada akhirnya, perubahan tren ini membawa pesan emosional yang kuat bagi setiap orang yang sedang merencanakan liburan mereka selanjutnya. Menikmati kesunyian hutan kini bukan lagi tentang ego untuk menguasai ketenangan alam, melainkan sebuah seni untuk bertamu dengan sopan, menghargai ruang hidup makhluk lain, dan pulang dengan membawa pemikiran yang lebih jernih tentang arti sebuah pelestarian.

Load More