News / Metropolitan
Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:05 WIB
Debat kedua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI berlangsung di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/5/2026). [istimewa]
Baca 10 detik
  • Debat kedua Caketum BPP HIPMI berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu, 23 Mei 2026, guna membahas ekonomi.
  • Kandidat Reynaldo Bryan menekankan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan jutaan lapangan kerja.
  • Reynaldo berkomitmen mendiversifikasi destinasi wisata di luar Jawa dan Bali agar pembangunan ekonomi dirasakan secara inklusif di daerah.

Suara.com - Debat kedua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI berlangsung di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/5/2026).

Empat kandidat hadir langsung dalam forum tersebut untuk memaparkan visi dan gagasan mereka terkait arah pembangunan ekonomi nasional.

Dalam debat itu, Caketum Nomor Urut 1, Reynaldo Bryan, menegaskan bahwa sektor pariwisata harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, industri pariwisata memiliki efek berganda atau multiplier effect yang besar terhadap berbagai sektor usaha.

“Sektor ini tidak hanya menjadi penghasil devisa utama, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memicu percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,” ujar Reynaldo dalam paparannya.

Ia menyebut sektor pariwisata pada 2025 berhasil menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 4 hingga 4,5 persen.

“Tahun 2025 sektor pariwisata kita mencatat rekor gemilang dengan kunjungan sekitar 15,39 juta wisatawan mancanegara,” katanya.

Meski mencatat pertumbuhan positif, Reynaldo menilai pengembangan pariwisata Indonesia masih terlalu terpusat di Jawa dan Bali. Ke depan, ia mendorong agar potensi wisata di berbagai daerah lain juga mendapat perhatian serius.

“Kita perlu belajar dari Jepang, mereka berhasil melakukan diversifikasi sehingga pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota utama, melainkan terdistribusi ke seluruh daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

Menurut Reynaldo, keberhasilan Jepang membangun sektor pariwisata didukung strategi yang terintegrasi. Mulai dari penguatan budaya lokal, pemberdayaan UMKM, digitalisasi pariwisata, hingga pembangunan konektivitas antarwilayah.

Dalam kesempatan itu, Reynaldo juga menilai Bali sebagai contoh sukses hilirisasi sektor pariwisata di Indonesia.

Reynaldo mengatakan dampak ekonomi dari sektor tersebut tidak hanya dirasakan pengusaha besar, tetapi juga pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal.

“Bali adalah contoh hilirisasi sektor pariwisata yang berhasil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar tetapi juga bisa mendongkrak pendapatan para UMKM, mulai dari kuliner, homestay, hingga penjual souvenir dan oleh-oleh lokal,” ujarnya.

Reynaldo menegaskan, jika terpilih menjadi Ketua Umum BPP HIPMI, dirinya akan mendorong HIPMI menjadi motor penggerak pariwisata nasional.

Ia optimistis jejaring pengusaha muda Indonesia dapat memperkuat pariwisata yang inklusif, modern, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Load More