Lifestyle / Komunitas
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:08 WIB
Footgolf Jadi Tren Baru Gaya Hidup Sehat, Olahraga Santai yang Makin Digemari Anak Muda (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Bank Saqu dan WeLab memperkenalkan footgolf melalui acara Sunrise Society Vol. 5 untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat.
  • Kolaborasi dengan Federasi Footgolf Indonesia menjadikan Bank Saqu institusi perbankan pertama yang mengusung olahraga tersebut sebagai komunitas.
  • Aktivitas fisik santai ini bertujuan membangun koneksi sosial inklusif serta menjaga kesehatan mental masyarakat di tengah kesibukan.

Suara.com - Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan hidup masyarakat urban, cara orang menjaga kesehatan perlahan mulai berubah. Jika dulu olahraga identik dengan aktivitas berat dan kompetitif, kini semakin banyak masyarakat mencari aktivitas fisik yang terasa lebih ringan, menyenangkan, sekaligus bisa menjadi ruang untuk bersosialisasi.

Fenomena ini terlihat dari menjamurnya berbagai olahraga berbasis komunitas dan active lifestyle seperti running club, padel, pickleball, hingga kini footgolf, olahraga unik yang memadukan sepak bola dan golf dalam satu permainan.

Bukan sekadar tren olahraga baru, footgolf mulai dilihat sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Permainan ini menghadirkan suasana santai, minim tekanan kompetisi, namun tetap membuat tubuh aktif bergerak.

Tren tersebut menjadi salah satu fokus dalam gelaran Sunrise Society Vol. 5 yang dihadirkan oleh Bank Saqu dan WeLab. Pada edisi kali ini, Sunrise Society menghadirkan Footgolf Fun Match sebagai morning social activity yang dirancang santai, seru, dan terbuka untuk berbagai kalangan, baik pemula maupun mereka yang sudah aktif berolahraga.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Saqu menggandeng Federasi Footgolf Indonesia untuk memperkenalkan olahraga footgolf kepada masyarakat yang lebih luas. Menariknya, langkah ini menjadikan Bank Saqu sebagai institusi perbankan pertama di Indonesia yang menghadirkan aktivitas footgolf dalam kegiatan komunitasnya.

Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando, menilai olahraga seperti footgolf relevan dengan perubahan gaya hidup masyarakat saat ini yang mulai mencari keseimbangan antara kesehatan fisik, koneksi sosial, dan aktivitas yang menyenangkan.

“Melihat semangat para early risers yang berpartisipasi pada Sunrise Society Vol.5 menjadi hal yang sangat berarti, karena ini bukan hanya soal bangun lebih pagi tetapi juga tentang memulai hari dengan energi yang baik, untuk membangun koneksi yang bermakna,” ujarnya.

Menurut Willy, olahraga berbasis komunitas kini memiliki daya tarik tersendiri karena tidak hanya berfokus pada kebugaran, tetapi juga menciptakan pengalaman sosial yang lebih cair dan inklusif.

“Footgolf memiliki nilai connection, consistency, dan social interaction yang kuat, sehingga menciptakan pengalaman komunitas yang lebih santai, inklusif, dan menyenangkan. Melalui Sunrise Society, kami ingin terus menghadirkan pengalaman komunitas yang relevan, fun, dan memiliki dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: In This Economy, Apakah Nongkrong di Kafe Estetik Masih Worth It?

Footgolf sendiri dimainkan dengan cara menendang bola sepak ukuran 5 ke dalam lubang berdiameter sekitar 50 sentimeter dengan jumlah tendangan sesedikit mungkin. Aturannya mengadopsi sistem permainan golf, termasuk istilah seperti par, birdie, dan eagle.

Olahraga ini pertama kali berkembang di Belanda sekitar tahun 2008 sebelum populer di Argentina, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Dalam permainan normal dengan format 18 hole, footgolf dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 90 hingga 120 menit.

Ketua Umum Federasi Footgolf Indonesia, Amrit Punjabi, mengatakan footgolf memiliki potensi besar berkembang di Indonesia karena mudah dimainkan dan dapat menjangkau banyak kalangan.

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama Bank Saqu dalam Sunrise Society Vol. 5 karena dapat membantu memperkenalkan footgolf kepada masyarakat yang lebih luas. Sebagai asosiasi footgolf di Indonesia, kami berharap olahraga ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak komunitas active lifestyle ke depannya,” ujarnya.

Popularitas olahraga komunitas sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2025, lebih dari 2.000 peserta telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan Sunrise Society, mulai dari running, padel, flag football, hyrox workout, archery, pickleball, badminton, tenis, hingga footgolf.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai memandang olahraga bukan lagi sekadar aktivitas menjaga tubuh tetap fit, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup untuk menjaga kesehatan mental, memperluas relasi sosial, dan menciptakan rutinitas positif di tengah kesibukan sehari-hari.

Di tengah tingginya paparan digital dan tekanan pekerjaan, aktivitas fisik yang dikemas lebih santai dan berbasis komunitas menjadi alternatif baru yang terasa lebih realistis untuk dijalani secara konsisten.

Karena pada akhirnya, gaya hidup sehat yang paling bertahan bukanlah yang terasa memaksa, melainkan kebiasaan sederhana yang menyenangkan untuk dilakukan berulang kali.

Load More