- Sebanyak 50 pria diduga tentara mendatangi Markas Polda Metro Jaya pada Kamis pagi untuk mengintervensi proses penyidikan kasus korupsi.
- Kedatangan tersebut bertujuan mengamankan saksi kunci terkait kasus korupsi yang melibatkan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di Jakarta.
- Polda Metro Jaya menegaskan akan menindak tegas pihak yang menghalangi penyidikan sesuai Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi.
Suara.com - Suasana di Markas Polda Metro Jaya mendadak mencekam pada Kamis (9/7/2026) pagi. Ketegangan memuncak saat sebanyak 50 orang pria berpenampilan rambut cepak yang diduga kuat tentara mendatangi area Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
Kehadiran rombongan besar ini, baik yang berseragam maupun tidak, memicu spekulasi panas di tengah pengusutan kasus korupsi kakap yang sedang ditangani kepolisian.
Kedatangan rombongan misterius ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah tim gabungan Polri melakukan penggeledahan intensif di kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Selain rumah pribadi, polisi juga menyisir sebuah kafe mewah di kawasan Jakarta Selatan yang diduga menjadi titik kunci aliran dana gelap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, puluhan pria tersebut tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 03.40 WIB dini hari.
Menggunakan delapan unit mobil pribadi—bukan kendaraan dinas militer—mereka langsung merangsek masuk dan memarkirkan kendaraan tepat di depan gedung Ditreskrimsus.
Kehadiran puluhan pria berambut cepak ini memicu dugaan adanya upaya intervensi terhadap proses hukum.
Spekulasi yang beredar menyebutkan, misi rombongan tersebut adalah untuk mengambil paksa seorang tahanan sipil atau saksi kunci yang tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik terkait megakorupsi yang sedang berjalan.
Seorang sumber internal yang mengetahui kejadian tersebut mengungkapkan situasi di lokasi saat fajar menyingsing.
Baca Juga: Sempat Dijaga TNI Bersenjata, Begini Kondisi Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Pagi Ini
"Ada 50 orang pakai 8 mobil, datang sekitar jam empat kurang," kata Sumber itu kepada Suara.com.
Kondisi sempat menegang ketika rombongan tersebut mencoba masuk ke area sterilisasi penyidikan.
Sumber lainnya menguatkan informasi, kedatangan mereka memang berkaitan dengan individu yang saat ini berada di bawah penguasaan penyidik Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
"Mereka parkir langsung di depan krimsus," kata dia.
Fokus utama kedatangan mereka diduga kuat adalah untuk mengamankan seseorang yang memiliki informasi krusial mengenai keterlibatan oknum petinggi dalam pusaran kasus korupsi.
"Katanya mau mengambil saksi yang lagi diperiksa terkait kasus Jampidus Febrie Adriansyah," ujarnya singkat.
Berita Terkait
-
Sempat Dijaga TNI Bersenjata, Begini Kondisi Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Pagi Ini
-
PB PMII Dukung Polri Bongkar Mega Korupsi, Tolak Intervensi TNI
-
DPP IMM Pertanyakan Pelibatan TNI Jaga Rumah Jampidsus
-
Cafe deClan Signature Milik Siapa? Diduga Jadi 'Gudang Uang' Jampidsus Febrie Adriansyah
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla