- Fenomena kulit sensitif meningkat akibat gaya hidup dan pengaruh tren perawatan kulit di media sosial.
- Studi global menunjukkan prevalensi kulit sensitif mencapai 71 persen yang dipicu kerusakan lapisan pelindung serta faktor polusi udara.
- Dokter Hafiza Fikri mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan produk secara berlebihan dan lebih bijak mengikuti tren perawatan kulit.
Menurut dr. Hafiza, kondisi ini diperparah dengan menjamurnya klinik kecantikan dan praktik perawatan kulit yang tidak selalu dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten.
Akibatnya, banyak pasien justru mengalami kerusakan skin barrier atau lapisan pelindung kulit akibat treatment yang terlalu keras.
Meningkatnya kasus kulit sensitif akibat perawatan keliru yang hanya berasaskan tren viral membuktikan pentingnya edukasi publik seperti kegiatan ISISPHARMA Dermfluencer Movement pada 14 Mei 2026.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan kolaborasi antara dokter dan pembicara eksternal di bidang strategi digital untuk membahas strategi personal branding, patient engagement, hingga membangun kepercayaan pasien di era digital.
“Kita harus bersama-sama mempertahankan produk berkualitas, mengedukasi, dan bertanggung jawab terhadap produk yang ditawarkan,” ujar Emmy.
Secara ilmiah, kulit sensitif merupakan kondisi ketika kulit memberikan respons berlebihan terhadap rangsangan yang sebenarnya normal.
Gejalanya dapat berupa rasa perih, panas, gatal, kencang, hingga kemerahan. Penelitian dalam Frontiers in Medicine menyebut kondisi ini berkaitan dengan gangguan fungsi skin barrier dan peningkatan sensitivitas saraf kulit.
Selain tren skincare berlapis atau skin cycling, faktor eksternal seperti polusi udara dan perubahan iklim juga diduga memperparah kondisi kulit masyarakat urban.
Paparan polusi dapat meningkatkan stres oksidatif pada kulit sehingga memperlemah lapisan pelindung kulit dan memicu iritasi lebih mudah terjadi.
Baca Juga: Gen Z dan Tren Mindful Buying: Cara Anak Muda Mengatur Napas Finansial di Tengah Ketidakpastian
Karena itu, Hafiza mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak memilih produk skincare dan tidak mudah tergoda tren viral di media sosial.
Ia menyarankan masyarakat memahami kondisi kulit masing-masing sebelum mencoba bahan aktif tertentu.
“Tidak semua yang viral cocok dipakai semua orang. Kulit sensitif itu harus diperlakukan lebih hati-hati,” kata dr. Hafiza.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
Terkini
-
Tips Memilih Sepatu Sekolah yang Tahan Lama dan Gak Gampang Rusak
-
Banjir Rezeki, 3 Shio yang Diprediksi Mendapat Keberuntungan di Minggu Ketiga Juli 2026
-
7 Cara Memilih Pompa Air yang Hemat Listrik untuk Rumah Tangga, agar Tagihan Tidak Membengkak
-
5 Koleksi Tas Hermes Erling Haaland, Seri Birkin Jadi Favorit Sang Striker
-
5 Pilihan Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat Berhijab, Dapat Review Sempurna
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Rekomendasi Sesuai Review
-
Sepatu On Cloud Asli Beli di Mana? Ini 5 Toko Online Terpercaya dan Tips Cek Keasliannya
-
Cara Memilih Sabun Cuci Muka yang Tepat untuk Kulit Sensitif, Hindari 3 Kandungan Ini
-
Siapa Pemilik Mykonos? Intip Profil Pendiri di Balik Wangi Parfum Matcha Latte yang Viral
-
Tips Menata Kamar Tidur Sesuai Feng Shui agar Kualitas Tidur Lebih Baik