- Kortastipidkor Polri menyita barang bukti bernilai fantastis dari tiga kasus korupsi di berbagai lokasi.
- Barang bukti berupa 74 kilogram emas serta uang tunai berbagai mata uang ditemukan di rumah Jampidsus, Febrie Adriansyah, Sentul.
- Penyidikan gabungan menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, PT Asabri, dan penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Suara.com - Kortastipidkor Polri memamerkan barang bukti bernilai fantastis hasil penggeledahan dalam tiga perkara dugaan korupsi.
Mulai dari 74 kilogram emas batangan, tumpukan uang rupiah, dolar Amerika Serikat, hingga dolar Singapura dipamerkan di hadapan publik sebagai hasil penyidikan gabungan yang tengah berlangsung.
Barang bukti tersebut ditampilkan jelang konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026) malam.
Tiga perkara yang sedang ditangani meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN yang diduga berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatera, dugaan korupsi PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Resources (KNI).
Di meja barang bukti, deretan emas batangan tampak disusun berdampingan dengan gepokan uang tunai dalam berbagai mata uang, mulai dari rupiah, dolar Amerika Serikat hingga dolar Singapura.
Penggeledahan dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain kantor PT CBS di Pasar Kamis, Sukamantri, Tangerang, ruko milik Nurman Herin di Cipete, apartemen di kawasan Pacific Place, hingga sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.
Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto sebelumnya menjelaskan, seluruh perkara ditangani melalui skema joint investigation bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dari rumah di kawasan Sentul, penyidik menyita emas batangan seberat 74 kilogram serta uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dan rupiah. Setelah dikonversi, total nilai barang bukti dari lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp476 miliar.
Sementara itu, dari Cafe de'CLAN di Cipete, polisi menyita dokumen, telepon genggam, serta uang tunai dalam tiga mata uang dengan nilai konversi sekitar Rp60 miliar.
Baca Juga: KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
Adapun penggeledahan di sebuah money changer di kawasan Cipete menghasilkan puluhan barang bukti mata uang asing dengan nilai sekitar Rp7,2 miliar.
Rumah Sentul Diakui Milik Jampidsus
Salah satu lokasi penggeledahan yang menjadi sorotan adalah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, telah mengakui rumah tersebut merupakan milik pribadinya yang telah dimiliki sejak lama.
Namun, Febrie belum bersedia menjelaskan siapa pemilik 74 kilogram emas dan uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah yang ditemukan di rumah tersebut.
Ia hanya menyatakan seluruh barang yang disita memiliki pemilik dan berkaitan dengan sejumlah aktivitas yang akan dijelaskan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Penggeledahan rumah di Sentul merupakan bagian dari pengembangan penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang kini telah meluas ke 13 lokasi.
Selain emas dan uang tunai, penyidik juga menyita sebuah bingkai berisi foto keluarga yang hingga kini masih didalami keterkaitannya dengan perkara tersebut.
Seluruh barang bukti itu masih ditelusuri penyidik untuk mengungkap dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
Terkini
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?