- Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, ditetapkan sebagai tersangka penipuan umrah pada akhir Mei 2026 di Jakarta.
- Polda Metro Jaya menahan Farhan atas dugaan penggelapan dana ratusan jemaah dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
- Para korban menuntut pertanggungjawaban hukum dan pengembalian dana setelah gagal berangkat ibadah meskipun telah melunasi biaya perjalanan umrah.
Suara.com - Ahmad Syah Farhan, yang juga dikenal sebagai Ahmad Syah Farhan Rachman, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan umrah.
Sebagai Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau yang lebih dikenal dengan Hanania Travel/Hanania Group, Farhan sempat membangun citra sebagai pengusaha travel ibadah yang sukses.
Namun, pada akhir Mei 2026, namanya mencuat sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang merugikan ratusan hingga ribuan orang.
Profil Ahmad Syah Farhan
Informasi pribadi Ahmad Syah Farhan tidak banyak terungkap secara detail di media. Ia dikenal aktif mempromosikan bisnisnya melalui media sosial, termasuk Instagram @ahmadfarhan1996.
Bersama istrinya, Fitriatun Nisa Bahri (Nisa Bahri), Farhan mengembangkan Hanania Group menjadi agen perjalanan umrah dan haji yang cukup dikenal.
Perusahaan ini menawarkan paket umrah dengan berbagai program menarik, termasuk kemitraan “Teras Hanania” yang menjanjikan keuntungan bagi mitra bisnis.
Dalam promosinya, Farhan sering menampilkan gaya hidup mewah dan kesuksesan bisnis. Hanania Travel sempat gencar merekrut calon jemaah dengan tawaran paket yang kompetitif.
Banyak jemaah yang tertarik karena janji keberangkatan cepat dan pelayanan premium. Namun, di balik kesuksesan tersebut, muncul dugaan mismanagement keuangan yang parah.
Baca Juga: Kronologi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel, Berapa Total Kerugiannya?
Kronologi Dugaan Penipuan Umrah
Kasus ini mencuat pada akhir Mei 2026 ketika ratusan calon jemaah umrah menggeruduk kantor Hanania Travel di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Para korban mengaku telah melunasi biaya umrah, bahkan ada yang membayar hingga Rp100 juta per orang, tetapi gagal diberangkatkan.
Mereka mendesak klarifikasi dari Farhan, yang saat itu mengakui adanya masalah pengelolaan keuangan di perusahaannya.
Pada 28 Mei 2026, puluhan korban melaporkan Farhan ke Polda Metro Jaya. Jumlah korban terus bertambah, dengan estimasi kerugian bervariasi.
Beberapa laporan menyebut kerugian mencapai Rp12,14 miliar hingga Rp60 miliar, melibatkan lebih dari 300 jemaah. Tidak hanya jemaah, mitra bisnis Hanania Travel juga dilaporkan mengalami kerugian miliaran rupiah.
Polda Metro Jaya merespons cepat. Setelah memeriksa puluhan saksi dan melakukan gelar perkara, pada 29 Mei 2026, Ahmad Syah Farhan ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan/atau penggelapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam