- Pemilik wedding organizer Marwah, Eka Rismayanti dan Radiansyah, ditangkap polisi karena melakukan penipuan.
- Pelaku menggunakan sistem gali lubang tutup lubang dengan memakai dana klien baru untuk membiayai operasional pernikahan klien sebelumnya.
- Kasus ini merugikan 58 calon pengantin dengan total kerugian mencapai Rp2,6 miliar di wilayah Jakarta dan Bekasi.
Suara.com - Pasangan suami istri pemilik pemilik wedding organizer (WO) Marwah baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah ditangkap polisi atas dugaan penipuan terhadap puluhan calon pengantin.
Modus penipuan WO ini menawarkan paket pernikahan mewah dengan harga promo, mereka berhasil menarik banyak klien yang berharap merayakan hari bahagia tanpa kendala.
Namun, kenyataannya berujung kekecewaan mendalam bagi korban, yang tak hanya kehilangan uang tetapi juga momen sakral pernikahan.
Profil Owner WO Marwah
Eka Rismayanti dan suaminya, Radiansyah Marwah sebagai sosok di balik operasional perusahaan, dikenal aktif mempromosikan layanan melalui media sosial dengan tawaran promo menarik.
Namanya sering muncul sebagai pemilik Marwah Catering Service, sementara suaminya, Radiansyah Marwah, turut terlibat dalam manajemen.
Bisnis ini menawarkan paket lengkap mulai dari dekorasi, katering, hingga koordinasi acara dengan harga yang kompetitif, sehingga banyak pasangan muda tergiur.
Namun, di balik kesan profesional tersebut, Eka ternyata memiliki rekam jejak kelam sebagai residivis kasus penipuan serupa di Jawa Barat sekitar tahun 2021. Ia pernah menjalani hukuman penjara.
Pasangan ini tinggal di rumah kontrakan sederhana, dan gaya hidup mereka menjadi sorotan setelah kasus terungkap, termasuk keluhan mantan karyawan soal keterlambatan pembayaran gaji.
Baca Juga: Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
Kronologi Penipuan WO Marwah
Kasus ini terungkap ketika pasangan ini aktif beriklan di Instagram dengan paket pernikahan murah dan all-in-one. Kemudian, calon pengantin menghubungi WO melalui WhatsApp dan akan diberikan promo yang menjanjikan.
Calon pengantin yang tertarik lalu melakukan pembayaran bertahap, biasanya DP (down payment) yang cukup besar, diikuti pelunasan mendekati hari H.
Uang yang terkumpul dari klien baru kemudian digunakan untuk membiayai acara klien sebelumnya, menciptakan skema seperti gali lubang tutup lubang.
Puncaknya terjadi pada 23 Mei 2026, saat pasangan pengantin asal Bekasi mengalami kekacauan di Islamic Center Bekasi.
WO Marwah kabur meninggalkan venue tanpa dekorasi, katering, atau tim koordinasi yang memadai. Acara terpaksa digelar seadanya, dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah bagi satu korban saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?
-
Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba
-
15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku
-
Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia
-
Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China
-
Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal