Lifestyle / Male
Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:06 WIB
Dr. Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Menjelajahi 197 Negara. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Dr. Timothy Astandu menjadi orang pertama berpaspor Indonesia yang berhasil mengunjungi 197 negara serta wilayah di dunia.
  • Perjalanan tersebut dilakukan untuk melakukan observasi langsung guna memverifikasi stereotipe dan memahami perilaku masyarakat secara mendalam.
  • Pengalaman tersebut melatarbelakangi pendirian perusahaan riset Populix pada tahun 2018 untuk mendemokratisasi akses data masyarakat di Indonesia.

Selain membongkar stereotipe tentang negara-negara tertentu, perjalanan tersebut juga membawanya pada kesimpulan menarik mengenai hubungan antara kemakmuran dan kebahagiaan.

Timothy menemukan bahwa negara dengan tingkat ekonomi tinggi belum tentu memiliki masyarakat yang lebih bahagia dibanding negara berkembang atau negara yang sering dipandang sebelah mata.

"Tidak berarti negara yang ekonominya lebih maju itu lebih bahagia. Bahkan kadang negara-negara yang sering dipandang sebelah mata, masyarakatnya terlihat lebih bahagia," ujarnya.

Menurutnya, faktor-faktor seperti kesederhanaan hidup, kedekatan sosial, hingga rasa syukur sering kali berperan besar dalam membentuk kebahagiaan seseorang.

Temuan tersebut kemudian memperkuat keyakinannya bahwa memahami manusia tidak bisa hanya mengandalkan data ekonomi semata.

Dari Perjalanan Dunia ke Populix

Semangat menjelajah dan membangun Populix ternyata berangkat dari sumber yang sama, yakni rasa ingin tahu terhadap manusia.

Bersama dua rekannya, Timothy mendirikan Populix pada 2018 dengan misi mendemokratisasi akses data dan riset di Indonesia.

Nama Populix sendiri berasal dari frasa Latin vox populi yang berarti "suara rakyat". Filosofi tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam menyediakan akses terhadap data dan opini masyarakat secara lebih luas.

Baca Juga: Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus

Salah satu layanan yang dikembangkan adalah PopSurvey, platform survei mandiri yang memungkinkan pengguna menyusun kuesioner, menentukan target responden, hingga memperoleh hasil riset secara cepat dari jaringan lebih dari 1,3 juta responden.

Terbaru, Populix juga menghadirkan AskLumia, platform riset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna menguji berbagai hipotesis menggunakan responden sintetis sebelum melakukan penelitian lanjutan.

"AskLumia adalah versi ringkas dari apa yang saya lakukan selama bertahun-tahun: memahami manusia dari berbagai penjuru dunia, dengan cepat, tanpa hadir secara langsung," kata Timothy.

Bagi Timothy, perjalanan ke 197 negara bukan sekadar pencapaian pribadi. Pengalaman tersebut menjadi laboratorium hidup yang memperkaya cara pandangnya terhadap manusia, budaya, dan cara masyarakat mengambil keputusan—pelajaran yang kini ia bawa ke dunia riset dan teknologi.

Load More