- Sultan Hassanal Bolkiah menunjuk Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam pada 3 Juni 2026.
- Pangeran Abdul Mateen diketahui mengenyam pendidikan di bidang diplomasi dan ilmu politik.
- Ia akan tetap melanjutkan karier militer sembari mengemban jabatan Menlu.
Suara.com - Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, resmi menunjuk putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri yang baru.
Keputusan besar dalam perombakan kabinet tersebut diumumkan langsung pada Rabu, 3 Juni 2026.
Langkah strategis tersebut dinilai banyak pihak sebagai bagian dari persiapan penting regenerasi kepemimpinan di kerajaan Brunei Darussalam.
Seperti yang diketahui, Sultan Hassanal Bolkiah semakin menegurangi aktivitas publik di usianya yang menginjak 79 tahun.
Pangeran Abdul Mateen sendiri dinilai sangat layak mengemban tugas diplomatik tinggi ini berkat latar belakang pendidikannya yang luar biasa.
Pendidikan Abdul Mateen
Sebelum mengemban tugas negara, pria kelahiran 10 Agustus 1991 ini menempuh pendidikan dasar di St Andrews School, Bandar Seri Begawan.
Ia kemudian melanjutkan sekolah menengah di Paduka Seri Begawan Sultan Science College dan Jerudong International School.
Ketiga sekolah tersebut merupakan institusi pendidikan paling prestisius dan masuk jajaran sekolah top di Brunei Darussalam.
Setamat SMA, sang pangeran memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke salah satu universitas terbaik di Inggris.
Baca Juga: Pangeran Abdul Mateen Sah Nikahi Anisha Rosnah, Maharnya di Luar Dugaan
Pangeran Abdul Mateen resmi menyandang gelar Bachelor of Arts dari Jurusan Politik Internasional di King's College London pada tahun 2014.
Ilmu politik internasional yang didapatkannya menjadi fondasi kuat yang sangat relevan untuk posisinya sekarang sebagai Menteri Luar Negeri.
Tidak puas hanya dengan gelar sarjana, sang pangeran melanjutkan studi magister di kampus bergengsi Inggris lainnya. Ia berhasil meraih gelar Master of Arts dalam bidang Studi Internasional dan Diplomasi dari Universitas London.
Gelar magister tersebut ia dapatkan tepatnya dari School of Oriental and African Studies (SOAS) pada tahun 2016.
Kombinasi ilmu politik dan diplomasi dari dua kampus top Inggris ini membuatnya memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni di dunia internasional.
Rekam Jejak di Dunia Militer
Selain cemerlang di bidang akademis, putra keempat Sultan Hassanal Bolkiah ini juga memiliki rekam jejak militer yang sangat mengagumkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL