- Mondelez Indonesia dan Visinema menggelar edukasi pengelolaan sampah untuk anak di Jakarta Future Festival 2026, Taman Ismail Marzuki.
- Kegiatan tersebut melibatkan karakter Nussa dan Rarra untuk mengajarkan anak cara memilah sampah secara interaktif dan menyenangkan.
- Program ini telah mengedukasi ribuan siswa serta berhasil mengumpulkan puluhan ton sampah plastik melalui sistem bank sampah.
Suara.com - Masalah sampah plastik masih menjadi tantangan besar di berbagai kota, termasuk Jakarta. Di tengah meningkatnya volume sampah setiap hari, membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Banyak ahli pendidikan dan lingkungan sepakat bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil cenderung lebih mudah terbawa hingga dewasa. Karena itu, edukasi mengenai cara memilah dan mengelola sampah kini semakin banyak diperkenalkan kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sesi edukatif bertajuk "Membangun Generasi #BijakPlastikSejakDini: Langkah Kecil untuk Masa Depan Jakarta yang Lebih Berkelanjutan" dalam rangkaian Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Kegiatan yang digelar Mondelez Indonesia bersama Visinema Studios ini menghadirkan karakter animasi Nussa dan Rarra untuk mengajak anak-anak mengenal pentingnya menjaga lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sejak dari rumah.
Anak-Anak Bisa Jadi Agen Perubahan
Country Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, mengatakan bahwa kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak usia dini karena kebiasaan tersebut akan menjadi fondasi penting di masa depan.
"Membangun kesadaran lingkungan perlu dimulai sedini mungkin karena kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi pondasi yang bertahan hingga dewasa," ujarnya.
Menurut Marfusita, anak-anak memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang dapat memengaruhi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak memahami bahwa tindakan sederhana seperti memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan.
Baca Juga: Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
Belajar Kelola Sampah dengan Cara Menyenangkan
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan pengunjung mengikuti berbagai aktivitas edukatif.
Mulai dari talkshow tentang pentingnya pengelolaan sampah, simulasi memilah sampah sesuai jenisnya, hingga kegiatan Do It Yourself (DIY) yang mengajak anak-anak mengubah sampah plastik menjadi barang baru yang bermanfaat.
Pendekatan semacam ini dinilai efektif karena anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat pesan tersebut, hadir pula karakter Nussa dan Rarra yang selama ini dikenal dekat dengan anak-anak Indonesia.
Head of Production Visinema Studios, Novia Puspa Sari, mengatakan karakter animasi dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan positif kepada generasi muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi