Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menambah perhatian terhadap isu ketahanan energi di Indonesia. Di saat kebutuhan energi terus meningkat, pencarian sumber energi alternatif juga semakin banyak dibicarakan sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi.
Pada saat yang sama, Indonesia masih menghadapi tantangan lain yang belum selesai: pengelolaan sampah plastik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS), volume sampah di Indonesia mencapai sekitar 64 juta ton per tahun. Sekitar 12 persen di antaranya merupakan sampah plastik.
Karakteristik plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai membuat limbah ini terus menumpuk di tempat pembuangan akhir dan berpotensi mencemari lingkungan, termasuk sungai dan laut.
Di tengah dua tantangan tersebut, sejumlah peneliti dan lembaga mulai mengembangkan pendekatan yang mencoba memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna, salah satunya melalui teknologi pirolisis.
Teknologi yang mengubah plastik menjadi bahan bakar
Berdasarkan penjelasan Indonesia Environment Energy Center (IEC) pada 11 Juni 2026, pirolisis merupakan proses pemanasan material pada suhu tinggi tanpa kehadiran oksigen.
Dalam konteks pengolahan limbah plastik, proses ini bekerja dengan memecah rantai panjang hidrokarbon menjadi molekul yang lebih sederhana sehingga menghasilkan minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Beberapa jenis plastik seperti polyethylene terephthalate (PET), polypropylene (PP), dan polyvinyl chloride (PVC) disebut dapat diolah menggunakan metode tersebut, meski karakteristik hasil akhirnya dipengaruhi oleh jenis bahan dan proses pengolahannya.
Baca Juga: Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
Teknologi ini mulai dilihat sebagai salah satu opsi dalam pengelolaan limbah karena memiliki dua tujuan sekaligus: mengurangi volume sampah dan menghasilkan produk energi.
Potensi untuk mendukung ekonomi sirkular
Penelitian berjudul Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak menyebutkan bahwa pirolisis termasuk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Dalam penelitian tersebut, pengolahan sekitar 1,4 kilogram limbah plastik menghasilkan sekitar 350 mililiter minyak setelah melalui proses pemanasan selama empat jam.
Penelitian itu juga mencatat bahwa proses berlangsung di dalam reaktor tertutup, sehingga berbeda dengan pembakaran terbuka yang berpotensi menghasilkan pencemaran udara secara langsung.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa penerapan teknologi ini tetap memerlukan pengelolaan yang baik, termasuk dalam penanganan residu hasil proses agar tidak menimbulkan dampak lingkungan baru.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global