News / Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi Sampah plastik botol minum (Pexels/Xavier Messina)

Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menambah perhatian terhadap isu ketahanan energi di Indonesia. Di saat kebutuhan energi terus meningkat, pencarian sumber energi alternatif juga semakin banyak dibicarakan sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi.

Pada saat yang sama, Indonesia masih menghadapi tantangan lain yang belum selesai: pengelolaan sampah plastik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS), volume sampah di Indonesia mencapai sekitar 64 juta ton per tahun. Sekitar 12 persen di antaranya merupakan sampah plastik.

Karakteristik plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai membuat limbah ini terus menumpuk di tempat pembuangan akhir dan berpotensi mencemari lingkungan, termasuk sungai dan laut.

Di tengah dua tantangan tersebut, sejumlah peneliti dan lembaga mulai mengembangkan pendekatan yang mencoba memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna, salah satunya melalui teknologi pirolisis.

Teknologi yang mengubah plastik menjadi bahan bakar

OLAH SAMPAH- Pertugas IPST-ASRI mengolah sampah plastik menggunakan mesin pirolisis menjadi Bensin Plas, Mintak Tanah Plas, dan Solar Plas, Sabtu (2/7/2022). [Suara.com/Hairul Alwan]

Berdasarkan penjelasan Indonesia Environment Energy Center (IEC) pada 11 Juni 2026, pirolisis merupakan proses pemanasan material pada suhu tinggi tanpa kehadiran oksigen.

Dalam konteks pengolahan limbah plastik, proses ini bekerja dengan memecah rantai panjang hidrokarbon menjadi molekul yang lebih sederhana sehingga menghasilkan minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Beberapa jenis plastik seperti polyethylene terephthalate (PET), polypropylene (PP), dan polyvinyl chloride (PVC) disebut dapat diolah menggunakan metode tersebut, meski karakteristik hasil akhirnya dipengaruhi oleh jenis bahan dan proses pengolahannya.

Baca Juga: Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Teknologi ini mulai dilihat sebagai salah satu opsi dalam pengelolaan limbah karena memiliki dua tujuan sekaligus: mengurangi volume sampah dan menghasilkan produk energi.

Potensi untuk mendukung ekonomi sirkular

Penelitian berjudul Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak menyebutkan bahwa pirolisis termasuk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Dalam penelitian tersebut, pengolahan sekitar 1,4 kilogram limbah plastik menghasilkan sekitar 350 mililiter minyak setelah melalui proses pemanasan selama empat jam.

Penelitian itu juga mencatat bahwa proses berlangsung di dalam reaktor tertutup, sehingga berbeda dengan pembakaran terbuka yang berpotensi menghasilkan pencemaran udara secara langsung.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa penerapan teknologi ini tetap memerlukan pengelolaan yang baik, termasuk dalam penanganan residu hasil proses agar tidak menimbulkan dampak lingkungan baru.

Penulis: Natasha Suhendra

Load More