Penelitian itu juga menyoroti perubahan kebijakan perdagangan di Amerika Serikat.
Ketika pemerintah AS menghapus pengecualian de minimis—aturan yang sebelumnya membebaskan pengiriman kecil bernilai rendah dari bea masuk—serta menaikkan tarif impor, perusahaan ultra-fresh fashion mulai membebankan biaya tambahan kepada konsumen.
Melalui pemodelan teori permainan, peneliti menemukan kebijakan tersebut menekan penjualan dan mengurangi jumlah produk baru yang diluncurkan.
Dampaknya, pilihan konsumen menjadi lebih terbatas.
Namun di sisi lain, perlambatan ini secara tidak langsung menurunkan jumlah pakaian yang diproduksi dan akhirnya dibuang.
Pasar Baru di Luar Amerika
Untuk menjaga pertumbuhan, perusahaan ultra-fresh fashion mulai menggeser fokus pasar.
Strategi yang disebut peneliti sebagai United States Plus One mendorong ekspansi ke wilayah lain, terutama Amerika Latin.
Berdasarkan data unduhan aplikasi pada musim panas tahun lalu, pasar terbesar Shein setelah Amerika Serikat bergeser ke negara-negara seperti Brasil, Meksiko, dan Argentina.
Baca Juga: Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
Ke depan, para peneliti berencana mengkaji instrumen kebijakan yang bisa digunakan pemerintah untuk mengurangi dampak sosial dan lingkungan dari industri fast fashion.
“Ketika kita berbicara tentang implikasi, kita harus melihat semua pemangku kepentingan—produsen, konsumen, pemerintah, dan bumi,” ujar Lee.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian