Lifestyle / Komunitas
Minggu, 14 Juni 2026 | 16:15 WIB
Ilustrasi amalan 1 muharram
Baca 10 detik
  • Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah pada 1 Muharram untuk melakukan muhasabah diri sebagai bentuk refleksi awal tahun.
  • Buya Yahya menyarankan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah serta berzikir sebagai amalan utama di bulan Muharram.
  • Gus Baha menganjurkan pelaksanaan salat tasbih empat rakaat untuk memohon pengampunan atas dosa lama maupun dosa baru.

Suara.com - Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan melakukan muhasabah diri. Tak sedikit yang mencari amalan 1 Muharram yang dapat dikerjakan untuk mengawali tahun baru dengan berbagai kebaikan.

Dalam Islam, tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena bertepatan dengan 1 Muharram. Namun, sejumlah ulama Indonesia menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh karena Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Dua ulama yang kerap memberikan penjelasan terkait amalan Muharram adalah Buya Yahya dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Keduanya menekankan pentingnya memperbanyak ibadah, meski dengan pendekatan yang berbeda.

Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan bahwa amalan paling utama yang memiliki dasar kuat dalam hadis adalah memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram.

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram," kata Buya Yahya dilansir dari Youtube Buya Yahya, Minggu (14/6/2026).

Karena itu, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak puasa sunnah.

"Puasa yang paling bagus setelah bulan Ramadan adalah bulan Muharram secara utuh. Ini sudah cukup," kata Buya Yahya.

Menurutnya, umat Islam tidak perlu bingung mencari amalan-amalan yang tidak memiliki dasar jelas apabila sudah mampu menjalankan amalan yang dianjurkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

"Adapun soal membaca Ayat Kursi dan sebagainya, kalau ada orang mengatakan, 'Wahai santriku bacalah Yasin 16 kali', itu nggak ada masalah," ujar Buya Yahya.

Karena itu, umat Islam dapat mengisi malam dan hari 1 Muharram dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, bershalawat, maupun memperbanyak doa.

Melaksanakan Salat Tasbih Menurut Gus Baha

Sementara itu, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyebut salah satu amalan yang dapat dilakukan saat memasuki 1 Muharram atau 1 Suro adalah salat tasbih yang disertai wirid tasbih.

Dalam buku Islam Santuy Ala Gus Baha, ia menjelaskan bahwa amalan tersebut memiliki dasar dari hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA.

"Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnya," kata Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad SAW kepada Abbas bin Abdul Muthalib:

Load More