- Desa Patakbanteng di Wonosobo mencatat 122 ribu kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 untuk mendaki Gunung Prau.
- Pemerintah desa menerapkan strategi ketahanan lingkungan untuk menjaga kelestarian alam dan budaya dari lonjakan kunjungan wisatawan.
- Pemerintah dan pihak swasta memberikan pendampingan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal serta memperkuat kapasitas masyarakat setempat.
Di Patakbanteng, upaya itu terlihat dari bagaimana aktivitas ekonomi dibangun di sekitar sumber daya yang sudah dimiliki masyarakat.
Wisatawan yang datang tidak hanya mendaki. Mereka dapat menginap di homestay yang dikelola warga, mengikuti wisata edukasi pengolahan carica, atau membeli produk lokal yang tumbuh dari hasil pertanian dataran tinggi.
Buah carica yang lama dikenal sebagai komoditas khas Dieng kini diolah menjadi berbagai produk oleh pelaku usaha setempat. Begitu pula tanaman purwoceng yang dimanfaatkan menjadi minuman herbal, hingga kentang dataran tinggi yang diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.
Alih-alih menghadirkan atraksi baru yang mengubah wajah desa, sebagian aktivitas wisata dibangun dari apa yang selama ini sudah menjadi bagian kehidupan warga.
Budaya yang Tidak Ditinggalkan
Di tengah pertumbuhan wisata, kehidupan budaya juga tetap dipertahankan.
Tradisi Baritan Terang Bulan masih digelar setiap bulan Suro sebagai bentuk syukur atas panen dan harapan akan keselamatan desa.
Tari Patak Lengger juga tetap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, menjadi pengingat bahwa identitas desa tidak hanya dibentuk oleh lanskap, tetapi juga oleh ingatan kolektif warganya.
Tahun ini, Patakbanteng juga menjadi lokasi program Genera-Z Berbakti 2026 yang mengajak mahasiswa tinggal dan mengembangkan inovasi sosial bersama masyarakat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Estetik: Alasan Mengapa Menepi ke Alam Kini Menuntut Tanggung Jawab Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga