Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB
Dua siswa Bekasi raih beasiswa Garuda untuk kuliah di kampus top luar negeri. (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Dua pelajar dari Bekasi berhasil meraih Beasiswa Garuda dari Kemdiktisaintek untuk berkuliah luar negeri.
  • Keberhasilan tersebut diraih berkat pengembangan profil holistik, kepemimpinan aktif, serta partisipasi dalam berbagai kompetisi akademik di tingkat nasional.
  • Siswa mengoptimalkan fasilitas sekolah, bimbingan intensif, dan ekosistem pendidikan bertaraf internasional untuk memperkuat portofolio aplikasi beasiswa global mereka.

Suara.com - Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi elite di luar negeri selalu menjadi impian besar bagi banyak pelajar sekolah menengah atas (SMA). Membayangkan bisa duduk di bangku kuliah kampus-kampus top dunia, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, hingga mendapatkan kualitas pendidikan bertaraf internasional tentu menjadi motivasi tersendiri. Tidak heran jika banyak siswa sudah mulai menyusun strategi akademik mereka sejak hari pertama masuk sekolah menengah.

Namun, menembus universitas global kelas atas tentu bukan perkara yang mudah. Selain standar seleksi akademik yang sangat ketat, faktor biaya pendidikan dan biaya hidup di luar negeri yang tinggi kerap menjadi tantangan terbesar bagi sebagian besar keluarga. Oleh karena itu, berburu program beasiswa bergengsi menjadi jalur utama yang paling diincar oleh para pelajar berprestasi untuk mewujudkan mimpi mereka.

Sayangnya, persaingan untuk memperebutkan beasiswa penuh ini luar biasa ketat. Di sinilah letak kesalahpahaman yang sering terjadi di kalangan pelajar. Banyak yang mengira bahwa memiliki deretan nilai A di rapor sudah cukup sebagai jaminan untuk lolos. Kenyataannya, penyelenggara beasiswa dan kampus dunia saat ini mencari profil siswa yang holistik. Mereka membutuhkan kandidat yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, keluwesan beradaptasi, dan rekam jejak sosial yang nyata.

Pemahaman akan pentingnya persiapan matang yang melampaui sekadar nilai akademik inilah yang sukses dibuktikan oleh Keiza dan Ravi. Dua pelajar dari BINUS SCHOOL Bekasi ini baru saja berhasil meraih Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Beasiswa tersebut dikenal sangat kompetitif karena hanya menyediakan kuota untuk 1.000 siswa di seluruh Indonesia. Berkat capaian itu, Keiza dan Ravi bersiap melangkah ke UNSW Sydney dan University of British Columbia (UBC) Canada. Kesuksesan mereka juga turut mengukuhkan posisi sekolahnya sebagai salah satu Top 10 SMA Paling Berprestasi di Jawa Barat dan Top 2 di Bekasi versi Puspresnas.

Lantas, apa saja rahasia dan persiapan yang membuat dua pelajar ini sukses dilirik oleh penyelenggara beasiswa dan universitas global? Berikut ringkasannya.

1. Aktif Berorganisasi dan Membangun Portofolio Kepemimpinan

Dalam proses seleksi beasiswa tingkat nasional maupun internasional, tim penilai tidak hanya melihat kecerdasan kognitif, tetapi juga soft skills dan kontribusi sosial. Hal ini disadari betul oleh Keiza. Selama masa sekolah, ia aktif menjabat sebagai wakil ketua OSIS dan banyak menginisiasi kegiatan kreatif yang melibatkan seluruh siswa. Ia juga mengikuti Buddy Program, sebuah inisiatif sosial di mana ia bertugas membantu siswa baru dalam menghadapi kesulitan akademik serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

2. Berani Unjuk Gigi di Berbagai Kompetisi

Baca Juga: Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Selain aktif berorganisasi, Keiza juga tidak ragu untuk mengukur kemampuannya dengan mengikuti berbagai kompetisi akademik, khususnya di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), bahasa Inggris, serta debat. Deretan pengalaman inilah yang akhirnya membentuk mental dan melengkapi portofolio prestasinya.

Terkait persiapan panjang ini, Keiza berbagi pengalamannya. “Di sela-sela kegiatan akademik dan non-akademik yang saya jalani, sekolah selalu membantu membangun rasa percaya diri menghadapi setiap tahap seleksi Beasiswa Garuda, sekaligus mempersiapkan langkah untuk meraih setiap kesempatan yang ada.”

3. Memaksimalkan Fasilitas dan Bimbingan Sekolah

Persiapan menuju kampus dunia membutuhkan dukungan ekosistem yang tepat. Siswa perlu proaktif mencari informasi dan memanfaatkan program bimbingan dari guru. Hal inilah yang menjadi kunci sukses Ravi. Ia memaksimalkan program persiapan universitas di sekolahnya yang mencakup bimbingan aplikasi, simulasi wawancara beasiswa, hingga mentoring personal.

Ravi menceritakan proses di balik kesuksesannya. “Dukungan guru-guru, fasilitas sekolah seperti laboratorium, akses informasi kompetisi baik lokal maupun internasional, serta bimbingan dan pelatihan yang intensif membantu saya untuk lebih fokus dan mencapai target yang diinginkan. Semua pengalaman ini memperkuat portofolio saya dan membuat saya lebih percaya diri menghadapi setiap tahap seleksi, hingga akhirnya berhasil meraih beasiswa ini.”

4. Berada dalam Ekosistem Pendidikan Bertaraf Internasional

Load More