- Sepatu lari dan sepatu jalan kaki memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan aktivitas pengguna.
- Keduanya berbeda dari segi desain, bahan, sol, hingga tingkat bantalan yang digunakan.
- Pemilihan sepatu yang tepat penting untuk mencegah kaki cepat lelah dan mengurangi risiko cedera.
Suara.com - Sepatu merupakan salah satu perlengkapan penting bagi siapa saja yang aktif bergerak, baik untuk olahraga maupun aktivitas sehari-hari.
Namun, tidak semua orang menyadari bahwa setiap jenis sepatu memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.
Salah satu kesalahan yang mungkin sering terjadi adalah menganggap sepatu lari dan sepatu jalan kaki itu sama.
Padahal, keduanya dirancang dengan karakteristik dan teknologi yang berbeda untuk mendukung jenis aktivitas yang berbeda pula.
Perbedaan desain ini juga terlihat dari bahan, bentuk sol, hingga tingkat bantalan yang digunakan pada masing-masing sepatu.
Jika tidak dipilih dengan tepat, penggunaan sepatu yang kurang sesuai bisa membuat kaki cepat lelah atau bahkan meningkatkan risiko cedera.
Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara sepatu lari dan sepatu jalan kaki sebelum memutuskan untuk membelinya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan keduanya sekaligus membantu Anda memilih sepatu yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki
Sepatu lari dan sepatu jalan kaki sama-sama dirancang untuk menunjang aktivitas bergerak, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan tubuh.
Baca Juga: 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
Perbedaan ini penting dipahami agar tidak salah memilih sepatu dan terhindar dari ketidaknyamanan hingga risiko cedera saat beraktivitas.
Merangkum laman Decathlon dan Shoes and Care, berikut perbedaan sepatu lari dan sepatu jalan kaki:
1. Struktur bantalan (cushioning)
Sepatu lari memiliki bantalan yang lebih tebal dan empuk untuk meredam benturan kuat saat kaki menghantam tanah ketika berlari. Hal ini penting karena saat berlari, beban tubuh yang diterima kaki bisa mencapai 2–3 kali berat badan.
Sementara itu, sepatu jalan kaki memiliki bantalan yang lebih tipis dan stabil karena tekanan saat berjalan jauh lebih ringan dan terdistribusi merata. Fokus utamanya adalah kenyamanan untuk penggunaan jangka panjang, bukan meredam benturan tinggi.
2. Desain tumit (heel structure)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek