Lifestyle / Komunitas
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:23 WIB
Ilustrasi Puasa Asyura (Freepik)
Baca 10 detik
  • Puasa Asyura merupakan ibadah sunah pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan besar.
  • Menjelang pelaksanaannya, banyak umat Islam bertanya apakah puasa Asyura bisa digabung dengan qadha Ramadan.
  • Simak penjelasan hukum menggabungkan puasa Asyura dan qadha Ramadan agar tidak keliru.

Suara.com - Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Muharram seperti sekarang.

Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam yang menjalankannya.

Menjelang datangnya tanggal 10 Muharram, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menunaikan puasa Asyura.

Di sisi lain, tidak sedikit yang masih memiliki utang puasa Ramadan sehingga muncul pertanyaan mengenai cara terbaik untuk menjalankan kedua ibadah tersebut.

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah apakah puasa Asyura boleh digabung dengan puasa qadha Ramadan dalam satu hari.

Agar tidak keliru, berikut penjelasan tentang hukum menggabungkan puasa Asyura dengan qadha Ramadan. Apakah boleh?

Kapan Puasa Asyura 2026? Ini Jadwalnya Menurut Muhammadiyah dan NU

Ilustrasi Puasa Asyura (Unsplash/@rauf_Alvi2001)

Disebutkan sebelumnya, puasa Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah.

Namun, pada 2026 terdapat perbedaan penetapan awal bulan Muharram 1448 Hijriah antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), sehingga jadwal puasa Asyura juga berbeda.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca Juga: Merayakan 1 Muharram, Semangat Hijrah yang Relevan dalam Dunia Usaha

Dengan demikian, puasa Asyura (10 Muharram) versi Muhammadiyah dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Sementara itu, NU menetapkan awal bulan Hijriah melalui metode rukyatul hilal (pemantauan hilal). Tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah versi NU jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Berdasarkan penetapan tersebut, puasa Asyura versi NU dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026.

Perbedaan jadwal tersebut terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan Hijriah, sedangkan NU menggabungkan rukyat dan hisab dalam penetapan awal bulan.

Akibatnya, awal Muharram 1448 H versi kedua organisasi Islam tersebut berbeda satu hari, sehingga pelaksanaan puasa sunah di bulan Muharram pun ikut bergeser.

Meski terdapat perbedaan tanggal pelaksanaan, umat Islam dapat menjalankan puasa Asyura sesuai ketetapan organisasi atau otoritas yang diikuti.

Load More