Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 24 Juni 2026 | 08:18 WIB
Ilustrasi wisata gastronomi. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Pameran KRISTAInterFOOD 2026 akan digelar di NICE PIK 2 untuk memperkuat ekosistem gastronomi serta pariwisata kuliner Indonesia.
  • Plt Deputi Kemenparekraf Rizki Handayani menyatakan pameran ini berfungsi sebagai etalase destinasi untuk menarik wisatawan dan mendorong investasi gastronomi.
  • Ajang ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan komunitas guna meningkatkan daya saing kuliner melalui kolaborasi serta inovasi berkelanjutan.

Suara.com - Di tengah tren wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), gastronomi semakin menjadi alasan utama seseorang mengunjungi sebuah destinasi. Tak lagi sekadar berburu makanan enak, wisatawan kini ingin memahami cerita, budaya, tradisi, hingga sumber bahan pangan di balik setiap hidangan yang mereka cicipi.

Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata gastronomi. Dengan lebih dari 500 kelompok etnis dan kekayaan kuliner yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah menawarkan cita rasa sekaligus narasi budaya yang unik.

Potensi inilah yang dinilai dapat semakin diperkuat melalui penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026, pameran industri makanan dan minuman yang akan digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2.

Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menilai KRISTAInterFOOD memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar ajang bisnis makanan dan minuman.

Menurutnya, pameran tersebut telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem gastronomi, mulai dari pelaku usaha, akademisi, komunitas, pemerintah, hingga media.

"Saya melihat penyelenggaraan InterFOOD ini bukan hanya sekadar pameran atau meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). Yang dilakukan Krista sebenarnya membentuk ekosistem pariwisata, khususnya gastronomi dan kuliner," ujar Rizki saat peluncuran KRISTAInterFOOD 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Gastronomi Berakar dari Budaya

Rizki menjelaskan bahwa kekuatan utama gastronomi Indonesia terletak pada budaya yang melahirkannya. Setiap daerah memiliki sejarah, tradisi, teknik memasak, hingga sumber pangan lokal yang berbeda-beda.

"Root dari gastronomi adalah culture. Kuliner Indonesia sangat kaya karena lahir dari keragaman budaya yang kita miliki," katanya.

Menurut dia, kekayaan tersebut menjadi keunggulan kompetitif yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, pengembangan gastronomi tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mencakup promosi destinasi, pelestarian budaya, penguatan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pameran F&B Bisa Jadi Etalase Destinasi

Rizki melihat KRISTAInterFOOD memiliki peluang untuk berkembang menjadi platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman, tetapi juga menjadi etalase bagi berbagai destinasi kuliner Indonesia.

Ia bahkan mendorong keterlibatan lebih banyak pelaku wisata gastronomi dalam pameran mendatang, termasuk agen perjalanan yang menawarkan paket wisata berbasis kuliner serta desa wisata yang memiliki potensi pangan dan kuliner khas.

"Ke depan, saya membayangkan bagaimana pelaku perjalanan wisata gastronomi juga bisa terlibat. Jadi bukan hanya soal produk makanan dan minuman, tetapi juga bagaimana kuliner dapat menjadi alasan orang datang ke suatu destinasi," ujarnya.

Load More