- Pameran KRISTAInterFOOD 2026 akan digelar di NICE PIK 2 untuk memperkuat ekosistem gastronomi serta pariwisata kuliner Indonesia.
- Plt Deputi Kemenparekraf Rizki Handayani menyatakan pameran ini berfungsi sebagai etalase destinasi untuk menarik wisatawan dan mendorong investasi gastronomi.
- Ajang ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan komunitas guna meningkatkan daya saing kuliner melalui kolaborasi serta inovasi berkelanjutan.
Suara.com - Di tengah tren wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), gastronomi semakin menjadi alasan utama seseorang mengunjungi sebuah destinasi. Tak lagi sekadar berburu makanan enak, wisatawan kini ingin memahami cerita, budaya, tradisi, hingga sumber bahan pangan di balik setiap hidangan yang mereka cicipi.
Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata gastronomi. Dengan lebih dari 500 kelompok etnis dan kekayaan kuliner yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah menawarkan cita rasa sekaligus narasi budaya yang unik.
Potensi inilah yang dinilai dapat semakin diperkuat melalui penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026, pameran industri makanan dan minuman yang akan digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2.
Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menilai KRISTAInterFOOD memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar ajang bisnis makanan dan minuman.
Menurutnya, pameran tersebut telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem gastronomi, mulai dari pelaku usaha, akademisi, komunitas, pemerintah, hingga media.
"Saya melihat penyelenggaraan InterFOOD ini bukan hanya sekadar pameran atau meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). Yang dilakukan Krista sebenarnya membentuk ekosistem pariwisata, khususnya gastronomi dan kuliner," ujar Rizki saat peluncuran KRISTAInterFOOD 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Gastronomi Berakar dari Budaya
Rizki menjelaskan bahwa kekuatan utama gastronomi Indonesia terletak pada budaya yang melahirkannya. Setiap daerah memiliki sejarah, tradisi, teknik memasak, hingga sumber pangan lokal yang berbeda-beda.
"Root dari gastronomi adalah culture. Kuliner Indonesia sangat kaya karena lahir dari keragaman budaya yang kita miliki," katanya.
Menurut dia, kekayaan tersebut menjadi keunggulan kompetitif yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, pengembangan gastronomi tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mencakup promosi destinasi, pelestarian budaya, penguatan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pameran F&B Bisa Jadi Etalase Destinasi
Rizki melihat KRISTAInterFOOD memiliki peluang untuk berkembang menjadi platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman, tetapi juga menjadi etalase bagi berbagai destinasi kuliner Indonesia.
Ia bahkan mendorong keterlibatan lebih banyak pelaku wisata gastronomi dalam pameran mendatang, termasuk agen perjalanan yang menawarkan paket wisata berbasis kuliner serta desa wisata yang memiliki potensi pangan dan kuliner khas.
"Ke depan, saya membayangkan bagaimana pelaku perjalanan wisata gastronomi juga bisa terlibat. Jadi bukan hanya soal produk makanan dan minuman, tetapi juga bagaimana kuliner dapat menjadi alasan orang datang ke suatu destinasi," ujarnya.
Berita Terkait
-
Adu Resep Ayam Aldi Taher vs Chef Hideki, Siapa Lebih Kreatif?
-
Lebih Dari Sekadar Rasa, CommuniTaste 2026 Buktikan Makanan Adalah Media Komunikasi Budaya
-
Makin Praktis! Ini Rahasia Bisnis Kuliner Kekinian Kelola Pesanan Tanpa Ribet
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya
-
Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya
-
Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review
-
7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli
-
Sering Pakai Masker Hitam Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna
-
Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat