Lifestyle / Komunitas
Rabu, 24 Juni 2026 | 11:30 WIB
Potret Tumpukan Limbah Plastik (Pexels/Engin Akyurt)

Suara.com - Limbah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang sulit diatasi karena sebagian besar jenis plastik sulit terurai di alam, sementara jumlahnya terus meningkat. Di Indonesia, produksi sampah plastik diperkirakan mencapai 12,4 juta ton per tahun, sebagaimana dilansir dari World Bank (15/6/2026). Sementara itu, menurut Indonesia Baik (15/6/2026), sampah plastik membutuhkan waktu hingga sekitar 1.000 tahun untuk terurai secara alami.

Penelitian Ungkap Cara Mengurangi Limbah Plastik

Penggunaan plastik yang sangat masif membuat material ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sifatnya yang sulit terurai menyebabkan plastik terus menumpuk di lingkungan dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi ekosistem. Di tengah persoalan tersebut, para peneliti dari Universitas Edinburgh dan Universitas RPTU Kaiserslautern-Landau di Jerman menemukan cara baru untuk menghasilkan plastik yang lebih ramah lingkungan melalui proses upcycling, yaitu mengolah kembali plastik bekas menjadi material baru yang memiliki sifat berbeda sekaligus nilai tambah.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chem Chemistry menggunakan plastik jenis polycaprolactone (PCL) sebagai objek penelitian. Jenis plastik tersebut banyak digunakan untuk kemasan makanan, pencetakan 3D, hingga beberapa peralatan medis. 

Menggunakan Metode yang Sederhana dan Dapat Digunakan Secara Masif 

Melalui metode ini, peneliti mengubah sedikit susunan kimia plastik dengan mengganti sebagian atom oksigen menjadi atom sulfur. Perubahan sederhana tersebut menghasilkan plastik dengan karakteristik baru yang lebih mudah mengalami kerusakan atau terurai setelah digunakan.

Menurut tim peneliti, metode ini relatif sederhana dan memiliki peluang untuk diterapkan dalam skala industri. Teknik tersebut juga dinilai berpotensi diaplikasikan pada berbagai jenis plastik lainnya, sehingga limbah plastik yang sudah ada tidak hanya didaur ulang, tetapi juga diubah menjadi material yang lebih mudah terdegradasi di lingkungan.

Meski terdengar memberikan harapan besar, metode ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan bahwa proses maupun produk akhirnya benar-benar aman bagi lingkungan dan tidak menimbulkan dampak baru yang tidak diinginkan.

Pemimpin penelitian, Dr. Jennifer Garden dari University of Edinburgh’s School of Chemistry, menyebut temuan ini sebagai terobosan yang menjanjikan dalam pengelolaan limbah plastik.

Baca Juga: Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah

“Kami sangat ingin melihat ke mana penelitian ini akan membawa kami dan sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang ditawarkan oleh terobosan ini, membuka jalan bagi studi masa depan di bidang yang menjanjikan ini,” ujarnya.

Apabila berhasil dikembangkan dan diterapkan secara luas, inovasi ini berpotensi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan limbah plastik sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Natasha Suhendra

Load More