Suara.com - Limbah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang sulit diatasi karena sebagian besar jenis plastik sulit terurai di alam, sementara jumlahnya terus meningkat. Di Indonesia, produksi sampah plastik diperkirakan mencapai 12,4 juta ton per tahun, sebagaimana dilansir dari World Bank (15/6/2026). Sementara itu, menurut Indonesia Baik (15/6/2026), sampah plastik membutuhkan waktu hingga sekitar 1.000 tahun untuk terurai secara alami.
Penelitian Ungkap Cara Mengurangi Limbah Plastik
Penggunaan plastik yang sangat masif membuat material ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sifatnya yang sulit terurai menyebabkan plastik terus menumpuk di lingkungan dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi ekosistem. Di tengah persoalan tersebut, para peneliti dari Universitas Edinburgh dan Universitas RPTU Kaiserslautern-Landau di Jerman menemukan cara baru untuk menghasilkan plastik yang lebih ramah lingkungan melalui proses upcycling, yaitu mengolah kembali plastik bekas menjadi material baru yang memiliki sifat berbeda sekaligus nilai tambah.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chem Chemistry menggunakan plastik jenis polycaprolactone (PCL) sebagai objek penelitian. Jenis plastik tersebut banyak digunakan untuk kemasan makanan, pencetakan 3D, hingga beberapa peralatan medis.
Menggunakan Metode yang Sederhana dan Dapat Digunakan Secara Masif
Melalui metode ini, peneliti mengubah sedikit susunan kimia plastik dengan mengganti sebagian atom oksigen menjadi atom sulfur. Perubahan sederhana tersebut menghasilkan plastik dengan karakteristik baru yang lebih mudah mengalami kerusakan atau terurai setelah digunakan.
Menurut tim peneliti, metode ini relatif sederhana dan memiliki peluang untuk diterapkan dalam skala industri. Teknik tersebut juga dinilai berpotensi diaplikasikan pada berbagai jenis plastik lainnya, sehingga limbah plastik yang sudah ada tidak hanya didaur ulang, tetapi juga diubah menjadi material yang lebih mudah terdegradasi di lingkungan.
Meski terdengar memberikan harapan besar, metode ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan bahwa proses maupun produk akhirnya benar-benar aman bagi lingkungan dan tidak menimbulkan dampak baru yang tidak diinginkan.
Pemimpin penelitian, Dr. Jennifer Garden dari University of Edinburgh’s School of Chemistry, menyebut temuan ini sebagai terobosan yang menjanjikan dalam pengelolaan limbah plastik.
Baca Juga: Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
“Kami sangat ingin melihat ke mana penelitian ini akan membawa kami dan sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang ditawarkan oleh terobosan ini, membuka jalan bagi studi masa depan di bidang yang menjanjikan ini,” ujarnya.
Apabila berhasil dikembangkan dan diterapkan secara luas, inovasi ini berpotensi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan limbah plastik sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard