-
Samin Tan ditetapkan menjadi tersangka baru kasus korupsi BBM PT PPN.
-
Pengusaha tambang ini terlibat korupsi BBM dan praktik pertambangan ilegal.
-
Selain kasus korupsi BBM PT PPN, Samin Tan terancam denda triliunan.
Suara.com - Samin Tan, salah satu pengusaha batu bara yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) terkait kerja sama antara PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) periode tahun 2009-2012.
Perlu diketahui, kasus korupsi ini bermula dari kerja sama antara PT AKT dengan PT PPN terkait penyediaan bahan bakar minyak jenis HSD (High Speed Diesel) untuk perusahaan AKT.
Di awal, proses transaksi berjalan normal dan sesuai prosedur hukum dengan sistem Letter of Credit (LC) atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN).
Namun, PT AKT tidak mampu membayar tunggakan BBM ke PT PPN dan oknum PT PPN justru memberikan adendum yang memudahkan PT AKT.
Lantas, siapa sebenarnya Samin Tan dan bagaimana rekam jejaknya hingga kini harus mendekam di balik jeruji besi?
Profil Samin Tan: Raja Tambang di Jajaran Forbes
Dilansir dari unggahan Instagram @jaksapedia, Samin Tan bukanlah pemain kemarin baru di dunia bisnis Indonesia.
Ia adalah simbol kekuatan modal di sektor pertambangan tanah air.
Namanya sempat mentereng dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2021, menempati posisi ke-28.
Baca Juga: Sepeda Hybrid Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Buatan Lokal yang Murah
Sebagai pengusaha papan atas, Samin Tan mengendalikan sejumlah entitas tambang besar melalui bendera PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).
Gurita bisnisnya bahkan terafiliasi dengan jaringan energi global, menjadikannya salah satu sosok paling berpengaruh di industri batu bara.
Terjerat Kasus Korupsi BBM dan Tambang Ilegal
Dalam kasus terbaru, ia diduga terlibat korupsi penjualan BBM secara non-tunai yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Tak berhenti di situ, Kejaksaan Agung juga membongkar praktik tambang ilegal yang dilakukan perusahaannya, PT AKT di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Pihak Kejaksaan mengungkap PT AKT diduga tetap nekat mengeruk dan menjual batu bara secara ilegal sejak 2017 hingga 2025, padahal izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) mereka telah resmi dicabut oleh pemerintah.
Berita Terkait
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Prediksi IHSG Hari Ini dan Saham-saham Rekomendasi Analis
-
Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026
-
Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini
-
Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana
-
Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS
-
Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang
-
Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tegaskan Semangat NKRI
-
Amerika Serikat: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81
-
Cara Ampuh Membersihkan Keran Kamar Mandi Agar Kinclong, Cuma Pakai Bahan Ini
-
Kimpul Bu Tin: Ketika Umbi Lokal Bertemu Kreativitas Zaman Now
-
Baru Jadi Dirusak Tangan Jahil, Mural Kemerdekaan Bawah Flyover Cileungsi Jadi Korban Vandalisme
-
Bukan 2 Jam, Keluarga Tahanan KPK Dapat 'Bonus' Waktu Kunjungan di Hari Kemerdekaan
-
Cara Mematikan Watermark Gemini di Pengaturan Google Terbaru