Lifestyle / Komunitas
Rabu, 01 Juli 2026 | 20:06 WIB
Di Tengah Ketidakpastian Global, Generasi Muda Dipanggil Menjadi Pembawa Perubahan
Baca 10 detik
  • Sebanyak 700 delegasi dari 19 negara mengikuti konferensi AYIMUN ke-21 di Bangkok pada 26–29 Juni 2026.
  • Peserta melakukan simulasi sidang PBB untuk melatih keterampilan diplomasi, kepemimpinan, dan negosiasi dalam menghadapi tantangan global.
  • Forum ini bertujuan membekali generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu berkolaborasi mencari solusi permasalahan dunia.

Suara.com - Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks dan saling terhubung. Mulai dari perubahan iklim, krisis kesehatan, ketidakpastian ekonomi, hingga konflik geopolitik, berbagai persoalan tersebut tidak lagi dapat diselesaikan oleh satu negara atau satu pihak saja. 

Di tengah situasi tersebut, generasi muda memiliki peran yang semakin penting sebagai pembawa ide-ide segar dan penggerak kolaborasi global. Pesan itu mengemuka dalam gelaran Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 21st yang berlangsung pada 26–29 Juni 2026 di Bangkok, Thailand. 

Sebanyak 700 delegasi dari 19 negara, termasuk 486 delegasi asal Indonesia, berkumpul untuk mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan diplomasi, kepemimpinan, komunikasi, dan negosiasi.

Mengusung tema "The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis", konferensi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami berbagai persoalan dunia sekaligus belajar mencari solusi bersama melalui dialog dan kerja sama lintas budaya.

Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, H.E. Francisco Tilman Cepeda, menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan strategis dalam menghadapi tantangan global.

"Dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kalian, sebagai generasi muda, memiliki peran penting dalam membawa ide-ide segar dan membangun keterlibatan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Melalui platform seperti AYIMUN, kalian dapat membangun kepercayaan, mencari solusi bersama dan menumbuhkan rasa saling menghormati," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan generasi muda terletak pada cara pandang yang terbuka terhadap perubahan dan keberagaman. Anak muda juga memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi serta keberanian untuk menawarkan pendekatan baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan bahwa AYIMUN bukan sekadar kompetisi debat, tetapi juga ruang untuk membangun kolaborasi internasional.

"Semua peserta yang hadir di ruangan ini berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda, dengan cara pandang yang beragam terhadap berbagai isu dunia. Namun hari ini, tujuh ratus orang berada di ruangan yang sama, siap berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari," tambah dia.

Baca Juga: Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?

Melalui forum seperti AYIMUN, generasi muda diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang dapat melahirkan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Associate Economic Affairs Officer di United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), Jack Crawford, juga menilai kepedulian generasi muda terhadap isu global sebagai modal penting untuk masa depan.

"Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, para peserta AYIMUN yang hadir di sini memilih untuk mempelajari diplomasi, memahami berbagai persoalan global, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu yang sedang dihadapi dunia," ujar Jack.

Menurutnya, melalui forum seperti AYIMUN, anak muda dapat menemukan isu yang ingin mereka perjuangkan, bahkan menjadikannya sebagai tujuan hidup di masa depan.

Kehadiran 700 delegasi dari berbagai negara dalam AYIMUN 21st menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi menciptakan perubahan. 

Dengan belajar berdiplomasi, berdiskusi, dan bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, mereka dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, peran generasi muda tidak lagi hanya sebagai penerus, melainkan sebagai agen perubahan yang dapat membawa gagasan baru, membangun jembatan antarbudaya, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan dunia.

Sebab, masa depan yang lebih baik hanya dapat terwujud ketika generasi muda diberi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan mengambil peran dalam menciptakan perubahan.

Load More