- Posisi rumah tusuk sate di Indonesia dianggap membawa energi negatif.
- Energi yang terlalu kuat dari jalan lurus dapat bersifat destruktif bagi penghuni rumah.
- Pemilik dapat menetralkan energi tersebut melalui sejumlah pendekatan.
Jika Anda sedang melakukan renovasi, pertimbangkan untuk memindahkan letak pintu utama agar tidak berhadapan langsung dengan jalan.
Dengan menggeser posisi pintu ke samping, energi dari jalan tidak akan langsung "menabrak" masuk ke dalam rumah. Jika pintu tidak bisa dipindah, Anda bisa memasang partisi atau layar (screen) di dalam area foyer (ruang transisi) untuk membelokkan arah energi.
4. Tambahkan Unsur Air di Halaman Depan
Air terjun buatan atau air mancur kecil di halaman depan tidak hanya mempercantik hunian, tetapi juga berfungsi sebagai penetralisir.
Gerakan air yang melingkar atau mengalir lembut dapat membantu memecah aliran energi Sha Chi yang kaku dan lurus dari jalan raya, mengubahnya menjadi energi yang lebih lembut dan harmonis sebelum menyentuh
dinding rumah.
5. Gunakan Warna Cerah dan Pencahayaan yang Kuat
Rumah tusuk sate membutuhkan perlindungan visual agar tidak terasa "terancam". Gunakan warna cat yang cerah pada fasad rumah dan pastikan area depan rumah terang benderang di malam hari.
Cahaya yang terang dan warna yang segar membantu meningkatkan energi positif (Sheng Chi) di sekitar area tersebut, sekaligus memberikan rasa aman bagi penghuninya secara psikologis.
Posisi rumah tusuk sate sebenarnya tidak selalu buruk jika Anda tahu cara mengolah alirannya. Dengan menerapkan beberapa tips Feng Shui di atas, Anda bisa mengubah energi yang tadinya "merusak" menjadi pelindung bagi hunian Anda.
Baca Juga: Rumah Terasa Suram, Rezeki Seret? Mungkin Posisi Cermin Anda yang Salah Menurut Feng Shui
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan