Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:05 WIB
Ilustrasi rumah tusuk sate. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Posisi rumah tusuk sate di Indonesia dianggap membawa energi negatif.
  • Energi yang terlalu kuat dari jalan lurus dapat bersifat destruktif bagi penghuni rumah.
  • Pemilik dapat menetralkan energi tersebut melalui sejumlah pendekatan.

Jika Anda sedang melakukan renovasi, pertimbangkan untuk memindahkan letak pintu utama agar tidak berhadapan langsung dengan jalan.

Dengan menggeser posisi pintu ke samping, energi dari jalan tidak akan langsung "menabrak" masuk ke dalam rumah. Jika pintu tidak bisa dipindah, Anda bisa memasang partisi atau layar (screen) di dalam area foyer (ruang transisi) untuk membelokkan arah energi.

4. Tambahkan Unsur Air di Halaman Depan

Air terjun buatan atau air mancur kecil di halaman depan tidak hanya mempercantik hunian, tetapi juga berfungsi sebagai penetralisir.

Gerakan air yang melingkar atau mengalir lembut dapat membantu memecah aliran energi Sha Chi yang kaku dan lurus dari jalan raya, mengubahnya menjadi energi yang lebih lembut dan harmonis sebelum menyentuh
dinding rumah.

5. Gunakan Warna Cerah dan Pencahayaan yang Kuat

Rumah tusuk sate membutuhkan perlindungan visual agar tidak terasa "terancam". Gunakan warna cat yang cerah pada fasad rumah dan pastikan area depan rumah terang benderang di malam hari.

Cahaya yang terang dan warna yang segar membantu meningkatkan energi positif (Sheng Chi) di sekitar area tersebut, sekaligus memberikan rasa aman bagi penghuninya secara psikologis.

Posisi rumah tusuk sate sebenarnya tidak selalu buruk jika Anda tahu cara mengolah alirannya. Dengan menerapkan beberapa tips Feng Shui di atas, Anda bisa mengubah energi yang tadinya "merusak" menjadi pelindung bagi hunian Anda.

Baca Juga: Rumah Terasa Suram, Rezeki Seret? Mungkin Posisi Cermin Anda yang Salah Menurut Feng Shui

Load More