- Daloha Beach & Dive Resort di Morotai menyediakan penginapan bernuansa tradisional dengan akses langsung ke keindahan pantai.
- Resor ini menawarkan fasilitas menyelam serta akses mudah menuju berbagai pulau ikonik dan situs sejarah Perang Dunia II.
- Wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata yang memadukan aktivitas bahari, penelusuran sejarah, serta ketenangan alam secara komprehensif di Morotai.
Suara.com - Pulau Morotai di Maluku Utara selama ini lebih dikenal lewat pesona pantai berpasir putih dan lautnya yang jernih. Namun, pengalaman berlibur di kawasan ini ternyata tidak berhenti pada sekadar menikmati panorama alam. Mulai dari aktivitas menyelam hingga penelusuran jejak Perang Dunia II, Morotai menawarkan pengalaman epik yang memadukan wisata alam, sejarah, dan budaya dalam satu perjalanan yang komprehensif.
Salah satu titik singgah yang kerap menjadi pilihan utama wisatawan adalah Daloha Beach & Dive Resort di kawasan Tanjung Dehegila, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan. Berada tepat di tepi Pantai Daloha yang memiliki garis pantai membentang sepanjang 4,5 kilometer, resor ini menawarkan akses langsung ke berbagai aktivitas yang menjadi daya tarik utama Morotai.
Berikut adalah lima pengalaman berkesan yang bisa dinikmati selama menginap di Daloha Beach & Dive Resort.
1. Menikmati Ketenangan Pantai dari Fajar hingga Senja
Pantai Daloha menghadirkan suasana yang berbeda sejak matahari terbit. Hamparan pasir putih yang berpadu dengan laut berwarna biru jernih menciptakan panorama yang relatif sepi, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk rutinitas keseharian.
Saat malam tiba, suasana pantai berubah menjadi jauh lebih tenang dengan hiasan langit penuh bintang dan suara debur ombak sebagai latar. Lokasi resor yang berada hanya beberapa langkah dari bibir pantai memungkinkan para tamu untuk menikmati perubahan pemandangan dari fajar hingga senja.
"Lokasi kami di sini memang cocok untuk mereka yang ingin sejenak menjauh dari kesibukan dan menikmati suasana yang tenang di tengah keindahan alam Morotai," ujar Alan Wijaya selaku Direktur Utama PT Jababeka Morotai sekaligus pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Morotai.
2. Menginap di Cottage Bernuansa Rumah Tradisional
Selain menawarkan keindahan panorama alam, resor ini mengusung konsep bangunan yang terinspirasi dari arsitektur lokal. Struktur semi panggung dengan dominasi material kayu membuat bangunan tampak menyatu dengan lingkungan sekitar, sekaligus memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam ruangan.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul dan Wagub Maluku Utara Koordinasi Penanganan Konflik Sosial dan Sekolah Rakyat
"Inspirasi kami ambil dari rumah tradisional Tomohon," kata Alan Wijaya.
Nuansa kayu tersebut juga diterapkan pada interior kamar, mulai dari tempat tidur, meja, kursi, hingga lemari. Daloha Beach & Dive Resort menyediakan total 22 unit cottage untuk mengakomodasi kebutuhan tamu yang beragam.
"Kami memiliki dua tipe premium dengan konfigurasi dua kamar tidur, serta tipe deluxe atau studio dengan satu kamar yang cocok untuk pasangan maupun wisatawan individu," tambahnya.
3. Akses Mudah ke Deretan Pulau Ikonik
Menginap di kawasan pesisir ini juga memudahkan wisatawan untuk menjelajahi sejumlah destinasi populer di Morotai seperti Pulau Kokoya, Pulau Kolorai, Pulau Zum-zum, Pasir Timbul, hingga Pulau Dodola.
Pulau Dodola sangat dikenal berkat fenomena jembatan pasir putih yang muncul ketika air laut surut untuk menghubungkan Dodola Besar dengan Dodola Kecil. Sementara itu, Pulau Zum-zum menyimpan nilai sejarah yang kental karena pernah menjadi tempat tinggal Jenderal Douglas MacArthur pada masa Perang Dunia II. Beragam aktivitas fisik juga bisa dilakukan dengan leluasa, mulai dari jogging di tepi pantai, berenang, hingga snorkeling di sekitar perairan Pantai Daloha.
Berita Terkait
-
Warna-warni Bendera Piala Dunia Hiasi Permukiman Warga Ternate
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
-
Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
-
Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai
-
Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif