Lifestyle / Komunitas
Senin, 06 Juli 2026 | 10:10 WIB
Gunung Tambora. [Wikipedia]
Baca 10 detik
  • Gunung Tambora meletus tahun 1815 dengan skala VEI 7, menyebabkan hingga 92.000 korban jiwa serta perubahan iklim global.
  • Letusan Krakatau tahun 1883 memicu tsunami setinggi puluhan meter yang menewaskan 36.417 orang di wilayah Banten dan Lampung.
  • Gunung Merapi merupakan gunung paling aktif yang mengancam jutaan penduduk di sekitarnya karena sering mengalami erupsi awan panas.

Beberapa erupsi besar:

  • 1930: 1.400 korban jiwa akibat awan panas.
  • 1994: Puluhan korban.
  • 2010: Sekitar 353-386 orang tewas, 350.000 dievakuasi. Erupsi ini menghancurkan ribuan rumah dan mengubah bentuk puncak gunung.

Merapi sering mengeluarkan awan panas, lahar dingin, dan gempa vulkanik. Ribuan orang tinggal di lerengnya, sehingga risiko selalu tinggi. Meski sistem pemantauan dan evakuasi telah membaik, ancaman tetap ada.

Faktor Lain yang Membuat Gunung Indonesia Mematikan

Gunung Kelud, di Jawa Timur, masuk dalam daftar 10 gunung api paling berbahaya di dunia (Shutterstock).

 

Selain ketiga gunung tersebut, ada Kelud (letusan 1586 menewaskan ribuan), Semeru, Agung, dan lainnya. Indonesia rentan karena:

  1. Populasi padat di sekitar gunung api (terutama Jawa).
  2. Topografi curam yang memicu lahar dan longsor.
  3. Kurangnya kesadaran masyarakat di masa lalu.

Saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau ketat dengan teknologi modern. Pendidikan mitigasi, jalur evakuasi, dan larangan mendekati kawah saat status waspada telah menyelamatkan banyak nyawa.

Intinya, tidak ada jawaban tunggal untuk "gunung paling mematikan". Tambora memegang rekor satu letusan paling mematikan, Krakatau untuk tsunami dahsyat, dan Merapi untuk ancaman berkelanjutan. Setiap gunung menyimpan pelajaran berharga tentang kekuatan alam.

Load More