- Istilah diaspora kembali ramai dibahas setelah Ragnar Oratmangoen bergabung dengan Persib Bandung.
- Kepindahan ke kompetisi domestik membuat Ragnar menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang tidak lagi berstatus diaspora.
- Simak arti diaspora serta alasan pemain naturalisasi kehilangan status tersebut setelah berkarier di liga lokal.
Sebelumnya sudah ada Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Sandy Walsh yang juga bergabung dengan Persib Bandung. Kemudian ada juga Mauro Zijlstra yang bermain untuk Persija Jakarta, hingga Rafael Struick dan Ivar Jenner yang membela Dewa United.
Meski demikian, hilangnya status diaspora tidak memengaruhi kelayakan pemain untuk membela Timnas Indonesia.
Selama masih memenuhi syarat sebagai warga negara Indonesia dan dipanggil pelatih, pemain tersebut tetap dapat memperkuat skuad Garuda di berbagai ajang internasional, terlepas dari apakah mereka bermain di luar negeri maupun di kompetisi domestik.
Beda Diaspora dan Imigran
Istilah diaspora dan imigran sering dianggap memiliki arti yang sama karena sama-sama berkaitan dengan perpindahan penduduk ke luar negeri.
Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda, terutama dari segi identitas, hubungan dengan negara asal, dan tujuan perpindahan.
Perbedaan utama terletak pada cakupan pengertiannya. Menurut KBBI, imigran adalah orang yang datang dari negara lain dan tinggal menetap secara permanen di suatu negara.
Sedangkan diaspora adalah komunitas yang merantau di luar negeri tapi tetap menjaga hubungan sosial, budaya, ekonomi, atau emosional dengan negara asal.
Seseorang dapat menjadi bagian dari diaspora tanpa harus berstatus imigran permanen. Misalnya, mahasiswa, pekerja profesional, atau atlet yang tinggal sementara di luar negeri tapi masih aktif berkontribusi dan mempertahankan identitas dengan negara asal.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, istilah diaspora biasanya digunakan untuk pemain berdarah Indonesia yang lahir atau berkarier di luar negeri serta masih memiliki hubungan dengan Indonesia.
Baca Juga: Persib Kunci Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Sinyal Serius Kuasai Liga dan Asia
Ketika pemain tersebut memutuskan bermain di kompetisi domestik, ia umumnya tidak lagi disebut sebagai pemain diaspora karena aktivitas profesionalnya sudah tidak berada di luar negeri, meski status kewarganegaraannya tetap sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Perempuan UMKM Harus Berani Naik Kelas, Belajar Branding hingga Strategi Bisnis
-
Cara Mencari Diagonal Belah Ketupat Jika Diketahui Luasnya
-
Cara Mencari Alas Segitiga: Lengkap dengan Rumus dan Contoh Soalnya
-
5 Rekomendasi Eyeliner Tahan Air Terbaik, Mata On Point Seharian dan Anti Luntur