- Kulit kepala gatal setelah keramas bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
- Residu produk rambut yang tidak terbilas bersih serta kandungan mineral tinggi dalam air dapat memicu iritasi kulit.
- Paparan bahan kimia dalam sampo atau frekuensi keramas berlebihan menyebabkan kulit kering dan reaksi alergi yang mengganggu.
Suara.com - Sudah keramas sampai bersih, tapi kulit kepala masih terasa gatal dan tidak nyaman? Kondisi ini tentu sangat mengganggu.
Ternyata, kebersihan rambut bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan kulit kepala.
Berdasarkan penjelasan ahli dermatologi dan perawatan rambut, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kulit kepala Anda tetap gatal meski baru saja dicuci.
1. Ketombe atau Dermatitis Seboroik
Ini adalah penyebab paling umum. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), ketombe muncul karena pertumbuhan jamur yang berlebihan pada area yang berminyak.
Meskipun Anda baru saja keramas, jika sampo yang digunakan tidak mengandung bahan aktif untuk melawan jamur seperti zinc pyrithione atau ketoconazole, rasa gatal akan terus kembali.
2. Residu Produk
Jika Anda tidak membilas rambut dengan benar-benar bersih, sisa-sisa sampo, kondisioner, atau produk styling dapat mengendap di kulit kepala.
Laman Goldielocks menyebutkan bahwa residu ini dapat menyumbat folikel rambut dan memicu iritasi yang menyebabkan rasa gatal segera setelah rambut kering.
Baca Juga: Bebas Gatal dan Kerak! Cek 5 Pilihan Serum Rambut untuk Usir Ketombe
3. Reaksi Alergi (Dermatitis Kontak)
Kulit kepala Anda mungkin sensitif terhadap bahan kimia tertentu dalam produk pembersih rambut. Bahan seperti pewangi buatan, pengawet (paraben), atau bahan pembusa (sulfat) dapat memicu reaksi alergi.
AAD mencatat bahwa rasa gatal ini sering disertai dengan ruam kemerahan pada kulit kepala.
4. Efek "Hard Water" (Air dengan Kandungan Mineral Tinggi)
Tahukah Anda bahwa kualitas air sangat berpengaruh? Goldielocks menjelaskan bahwa hard water, air yang kaya akan mineral seperti kalsium dan magnesium, dapat meninggalkan lapisan tipis di kulit kepala.
Lapisan ini menghalangi kelembapan masuk ke kulit, sehingga kulit kepala menjadi sangat kering dan gatal setelah mandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya
-
Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki
-
Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah
-
Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi
-
5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup
-
Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?
-
Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?
-
Setting Spray yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Produk yang Bikin Makeup Awet dan Minim Transfer