- Kulit kepala gatal setelah keramas bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
- Residu produk rambut yang tidak terbilas bersih serta kandungan mineral tinggi dalam air dapat memicu iritasi kulit.
- Paparan bahan kimia dalam sampo atau frekuensi keramas berlebihan menyebabkan kulit kering dan reaksi alergi yang mengganggu.
5. Kulit Kepala Terlalu Kering akibat Terlalu Sering Keramas
Keramas setiap hari justru bisa menjadi bumerang. Mencuci rambut terlalu sering dapat meluruhkan minyak alami (sebum) yang berfungsi melindungi kulit kepala.
Tanpa minyak ini, kulit kepala menjadi kering, pecah-pecah, dan terasa gatal, mirip dengan kulit tubuh yang kering saat kekurangan losion.
6. Psoriasis Kulit Kepala
Berbeda dengan ketombe biasa, psoriasis adalah kondisi autoimun. Menurut AAD, tanda-tandanya meliputi bercak kemerahan, sisik berwarna perak yang tebal, dan rasa gatal yang sangat intens.
Sampo biasa tidak cukup untuk meredakan gatal akibat psoriasis, diperlukan penanganan medis atau sampo khusus yang diresepkan dokter.
7. Kutu Rambut yang Masih Menempel
Banyak orang mengira kutu hanya ada di rambut yang kotor. Padahal, kutu rambut lebih menyukai rambut yang bersih. Jika gatal terasa seperti ada sesuatu yang merayap, bisa jadi itu adalah kutu.
Keramas dengan sampo biasa tidak akan membunuh kutu atau telurnya, sehingga rasa gatal akan tetap ada sampai Anda menggunakan obat kutu khusus.
Baca Juga: Bebas Gatal dan Kerak! Cek 5 Pilihan Serum Rambut untuk Usir Ketombe
Cara Mengatasinya Kulit Kepala Gatal setelah Keramas
- Bilas dengan Sempurna: Pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal di kulit kepala.
- Gunakan Filter Air: Jika air di rumah Anda mengandung banyak mineral, pertimbangkan menggunakan filter pada shower.
- Pilih Produk Bebas Fragrance: Untuk pemilik kulit sensitif, gunakan produk yang bebas pewangi dan pewarna.
- Gunakan Sampo Medis: Jika gatal disebabkan oleh ketombe atau psoriasis, carilah produk dengan kandungan asam salisilat atau selenium sulfida.
Jika rasa gatal terus berlanjut atau disertai luka dan pembengkakan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk diagnosis lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya
-
Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki
-
Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah
-
Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi
-
5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup
-
Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?
-
Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?
-
Setting Spray yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Produk yang Bikin Makeup Awet dan Minim Transfer