- Gunung Kawi bukan hanya dikenal karena cerita mistis, tetapi juga memiliki jalur pendakian.
- Ada beberapa rute menuju puncak Batu Tulis dengan tingkat kesulitan berbeda.
- Simak jalur, estimasi waktu, dan persiapan sebelum mendaki Gunung Kawi.
Jalur Pendakian Populer Gunung Kawi
Gunung Kawi memiliki beberapa jalur pendakian dengan karakteristik yang berbeda. Dua jalur yang cukup sering digunakan adalah jalur Precet dan jalur Keraton.
1. Jalur Precet (Via Wagir, Malang)
Jalur Precet menjadi salah satu rute favorit karena memiliki waktu tempuh yang relatif lebih singkat dibandingkan jalur lainnya. Pendakian dimulai dari basecamp kawasan hutan Precet, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Untuk pendaki dengan kondisi fisik normal, perjalanan menuju puncak Batu Tulis biasanya membutuhkan waktu sekitar 8–9 jam, tergantung kecepatan berjalan, kondisi cuaca, dan waktu istirahat.
Perkiraan waktu perjalanan:
- Basecamp menuju Pos 1: sekitar 1,5–2 jam
- Pos 1 menuju Pos 2: sekitar 1,5–2 jam
- Pos 2 menuju Pos 3: sekitar 2 jam
- Pos 3 menuju puncak Batu Tulis: sekitar 2 jam dengan medan yang lebih curam dan licin
Jalur Precet memiliki beberapa area yang nyaman untuk mendirikan tenda, terutama di sekitar Pos 2.
Terdapat pula beberapa titik sumber air yang dapat dimanfaatkan pendaki. Jalur ini cocok bagi yang ingin menikmati pendakian singkat dengan sistem satu malam bermalam di gunung.
2. Jalur Keraton (Via Ngajum, Malang)
Jalur Keraton menawarkan pengalaman berbeda karena memiliki nuansa sejarah dan budaya yang cukup kuat. Rute ini melewati kawasan yang berkaitan dengan tempat-tempat religi serta jejak budaya lokal.
Baca Juga: Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya
Dibandingkan jalur Precet, jalur Keraton cenderung lebih panjang dengan waktu tempuh sekitar 11–12 jam menuju puncak. Medannya cukup menguras tenaga karena banyak tanjakan tajam dan kawasan hutan yang masih lebat.
Di sepanjang jalur terdapat beberapa titik menarik, termasuk area pesarean dan sumber mata air sebelum mencapai puncak.
Jalur Pendakian Lain Gunung Kawi
Selain Precet dan Keraton, terdapat beberapa jalur lain yang juga bisa digunakan, seperti jalur Panderman, Mrinci, Kucur, dan Ngantang.
Setiap jalur memiliki tingkat kesulitan serta karakter medan yang berbeda.
Sebelum mendaki, sebaiknya mencari informasi terbaru dari basecamp setempat karena kondisi jalur Gunung Kawi dapat berubah akibat cuaca maupun faktor alam.
Estimasi Waktu Pendakian Gunung Kawi
Rata-rata pendakian Gunung Kawi membutuhkan waktu sekitar 6–12 jam untuk perjalanan naik, tergantung jalur yang dipilih dan kondisi fisik pendaki.
Banyak pendaki memilih sistem perjalanan 2–3 hari dengan rincian naik, bermalam, lalu turun keesokan harinya.
Mitos Pesugihan Gunung Kawi dan Fakta Pendakiannya
Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah banyak dibahas di media sosial terkait cerita mistis dan isu praktik pesugihan yang sudah lama berkembang di masyarakat.
Cerita tersebut membuat nama Gunung Kawi memiliki citra yang berbeda dibandingkan gunung lainnya.
Namun, di sisi lain, kawasan ini juga merupakan tempat dengan keindahan alam dan jalur pendakian yang menarik untuk dijelajahi.
Bagi pendaki, Gunung Kawi tetap menjadi kawasan pegunungan yang menawarkan pengalaman menikmati hutan, udara sejuk, serta panorama alam.
Tidak semua aktivitas di Gunung Kawi berkaitan dengan cerita mistis yang beredar.
Pendaki yang datang tetap perlu menghormati budaya dan kepercayaan masyarakat sekitar, menjaga etika selama berada di gunung, serta mengikuti aturan yang berlaku.
Berita Terkait
-
Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya
-
Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual
-
Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya
-
Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
5 Sepeda City Bike Termurah, Mulai Rp1 Jutaan untuk Keliling Kota hingga Berangkat Kerja
-
6 Sepatu Lari Reebok untuk Daily yang Lagi Diskon, Nyaman dan Bisa Buat Kasual
-
8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam
-
Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya
-
6 Body Lotion di Alfamart untuk Kulit Gelap Akibat Sering Panas-panasan
-
Ramalan Shio 9 Juli 2026: 5 Shio Diprediksi Paling Beruntung dan Bahagia
-
Sepatu Hoka Bondi Cocok untuk Apa? Ini 3 Seri Terpopuler Lengkap Harganya
-
Gunung Kawi Terkenal dengan Apa? Ini Daya Tarik Alam, Mistis, dan Spiritual
-
6 Tone Up Cream untuk Flek Hitam dengan Kandungan Niacinamide dan Vitamin C
-
Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya