Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 16 Juli 2026 | 00:40 WIB
Ilustrasi Arab Saudi. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Arab Saudi menjalankan program Vision 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi melalui pengembangan ekosistem logistik digital yang modern.
  • Lalamove resmi meluncurkan layanan pengiriman on-demand di Riyadh untuk mendukung efisiensi distribusi bagi pelaku UKM dan masyarakat.
  • Kehadiran platform logistik ini bertujuan mendukung strategi nasional menjadikan Arab Saudi sebagai pusat logistik dunia yang kompetitif.

Suara.com - Arab Saudi tengah mengalami transformasi besar yang tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur megah atau pertumbuhan sektor pariwisata. Di balik itu, perubahan juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk cara mereka mengirim dan menerima barang.

Melalui program Saudi Vision 2030, pemerintah Arab Saudi mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak lagi bergantung pada sektor minyak.

Salah satu fokus utamanya adalah membangun ekosistem logistik modern yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), hingga meningkatnya aktivitas perdagangan.

Seiring berkembangnya e-commerce dan layanan berbasis aplikasi, kebutuhan akan pengiriman yang cepat, mudah, dan fleksibel pun terus meningkat. Kini, layanan last-mile delivery menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis maupun kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Tak hanya perusahaan besar, jutaan UKM di Arab Saudi juga mulai mengandalkan solusi logistik berbasis teknologi untuk memangkas biaya operasional sekaligus mempercepat distribusi barang kepada pelanggan.

Melihat perubahan tersebut, berbagai perusahaan teknologi logistik mulai memperluas jangkauannya ke Arab Saudi. Salah satunya adalah Lalamove, platform pengiriman on-demand yang resmi meluncurkan layanan di Riyadh.

Didirikan di Hong Kong pada 2013, Lalamove menghadirkan layanan yang menghubungkan pengguna dengan mitra pengemudi melalui aplikasi. Pengguna dapat memilih berbagai jenis kendaraan, mulai dari sedan untuk paket kecil hingga van, pikap, dan truk untuk pengiriman barang berukuran besar.

Platform ini juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan pengguna, seperti pemesanan instan, pengiriman terjadwal, pelacakan secara real-time, hingga layanan multi-stop yang memungkinkan satu perjalanan mengantarkan barang ke beberapa tujuan sekaligus.

Chief Operating Officer Lalamove, Paul Loo, mengatakan Arab Saudi memiliki posisi strategis sebagai penghubung perdagangan antara Asia, Eropa, dan Afrika.

Baca Juga: BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

Menurutnya, kehadiran layanan logistik berbasis teknologi di Riyadh diharapkan dapat membantu UKM berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Tak hanya bagi pelaku usaha, model bisnis berbasis aplikasi juga menciptakan kesempatan bagi mitra pengemudi untuk memperoleh penghasilan dengan waktu kerja yang lebih fleksibel.

Ilustrasi Lalamove. (Dok. ist)

Pada tahap awal operasional di Riyadh, Lalamove bahkan memberikan 100 persen pendapatan pengiriman kepada mitra tanpa potongan komisi, disertai berbagai program insentif dan bonus.

Ekspansi ke Arab Saudi juga menjadi bagian dari langkah global perusahaan setelah sebelumnya hadir di Dubai pada 2025 dan Berlin pada 2026. Kehadiran berbagai platform logistik ini sejalan dengan target National Transport and Logistics Strategy (NTLS) yang ingin menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu pusat logistik dunia.

Transformasi yang berlangsung menunjukkan bahwa Saudi Vision 2030 bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik atau investasi berskala besar. Perubahan juga menyentuh aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari cara pelaku usaha mengelola distribusi hingga bagaimana konsumen menikmati layanan yang semakin cepat dan praktis.

Di tengah percepatan ekonomi digital, logistik kini bukan lagi sekadar urusan mengirim barang. Bagi masyarakat modern, layanan pengiriman telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung mobilitas, efisiensi, dan pertumbuhan ekonomi baru.

Load More