- Zhouzhuang, kota air kuno berusia lebih dari 900 tahun di Provinsi Jiangsu, China, dipromosikan kepada pelaku pariwisata Indonesia dalam Jakarta Travel Trade Event 2026.
- Destinasi yang terletak satu jam dari Shanghai ini menawarkan keindahan kanal bersejarah, arsitektur Dinasti Ming dan Qing, serta berbagai atraksi budaya tradisional.
- Marketing Director Zhou Zhuang Culture & Tourism Group, Mr. Lu Guilin, menyatakan jumlah wisatawan Indonesia meningkat dari 3.000 menjadi 7.000 orang per tahun.
Suara.com - Julukan "Venesia dari Timur" bukan disematkan tanpa alasan kepada Zhouzhuang. Kota air kuno di Provinsi Jiangsu, China, ini telah berdiri lebih dari 900 tahun dan hingga kini masih mempertahankan wajah aslinya.
Kanal-kanal yang membelah kota, deretan rumah bergaya Dinasti Ming dan Qing, serta jembatan-jembatan batu berusia ratusan tahun menciptakan suasana yang seolah membawa pengunjung kembali ke masa lampau.
Pesona tersebut diperkenalkan kepada pelaku industri pariwisata Indonesia dalam Jakarta Travel Trade Event 2026: Discover Zhouzhuang yang digelar baru-baru ini di Jakarta. Lewat kegiatan ini, Zhouzhuang ingin semakin dikenal sebagai destinasi yang melengkapi perjalanan wisata ke Shanghai dan kawasan Jiangnan.
Daya tarik utama Zhouzhuang terletak pada jaringan kanal yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Lebih dari 800 keluarga masih tinggal di sepanjang tepian sungai, sementara lebih dari 60 persen bangunannya tetap mempertahankan arsitektur asli era Dinasti Ming dan Qing.
Menyusuri kanal dengan perahu kayu menjadi cara terbaik menikmati suasana kota, ditemani pemandangan rumah-rumah tua yang memantul di permukaan air.
Ikon paling terkenal adalah Twin Bridges, sepasang jembatan batu yang bentuknya menyerupai kunci kuno. Satu jembatan berbentuk lengkung, sementara lainnya datar, menciptakan siluet yang kerap menjadi objek fotografi favorit wisatawan, terutama saat kabut tipis menyelimuti kanal pada pagi hari.
Tak jauh dari sana berdiri Fu'an Bridge, jembatan batu tertua di Zhouzhuang. Keunikannya terletak pada perpaduan jembatan dengan bangunan yang berdiri di atasnya, sebuah rancangan arsitektur khas Jiangnan yang kini sangat jarang ditemukan.
Jejak sejarah juga terasa di Shen's Mansion, kediaman keturunan saudagar legendaris Jiangnan, Shen Wansan. Kompleks rumah dengan tujuh halaman ini menampilkan kemegahan hunian bangsawan pada masa Dinasti Qing. Di bagian belakang, pengunjung bahkan dapat mencicipi aneka kudapan tradisional khas Jiangnan.
Bagi pencinta budaya, Zhenfeng Cultural Street menawarkan pengalaman berbeda. Di gang-gang kecilnya, wisatawan dapat menyaksikan langsung para perajin membuat kain biru khas Jiangnan, anyaman bambu, sepatu kepala harimau yang dijahit tangan, hingga kerajinan genteng tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Baca Juga: Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadi Titik Balik Ganda Putra RI
Ketika malam tiba, suasana berubah semakin magis melalui Water Lane Boat Tour. Perahu kayu melintasi kanal-kanal yang diterangi cahaya lampu, menghadirkan panorama malam yang tenang sekaligus romantis.
Sementara itu, pertunjukan imersif "Zhouzhuang Town: A Dream of the Legendary" mengajak penonton menyelami budaya Jiangnan melalui perpaduan seni pertunjukan dan teknologi modern.
Marketing Director of Zhou Zhuang Culture & Tourism Group, Mr. Lu Guilin, mengatakan minat wisatawan Indonesia terus meningkat. Jika sekitar sepuluh tahun lalu jumlah wisatawan Indonesia berkisar 3.000 orang per tahun, kini telah mencapai sekitar 7.000 orang setiap tahun.
"Kami berharap jumlah wisatawan dari Indonesia terus bertambah. Target kami bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat," ujarnya.
Meski baru pertama kali menggelar promosi di Indonesia, Lu menegaskan Zhouzhuang bukanlah destinasi baru di China. Letaknya yang hanya sekitar satu jam perjalanan dari Shanghai membuat kota air ini mudah dipadukan dalam paket wisata.
"Shanghai menawarkan kota modern, sedangkan Zhouzhuang menghadirkan pengalaman kota air tradisional yang sangat terkenal di China. Karena itu, keduanya selalu kami tawarkan dalam satu paket perjalanan," kata Lu.
Ia juga memastikan fasilitas bagi wisatawan, termasuk wisatawan Muslim, telah tersedia sehingga wisatawan Indonesia dapat menikmati pengalaman menjelajahi "Venesia dari Timur" dengan lebih nyaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
Terkini
-
Pramono Yakin Obligasi Rp 3,5 Triliun Tak Akan Membebani Gubernur Jakarta Berikutnya
-
Kasat Narkoba Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Desakan Pecat dan Dipidana Menguat
-
Dibalik Tren Padel dan Gym: Kenapa Olahraga Sekarang Jadi Ajang Pamer Gaya Hidup?
-
Pemegang Kupon Siap-siap, Medco Energi Mau Lunasi Obligasi Rp600 Miliar
-
Jago Atur Liburan Mewah tapi Gagal Paham Arti Rumah, Resensi Novel Rumah
-
Memaknai Lagu Selesai: Saat Cinta dalam Diam Harus Belajar Melepaskan
-
"Venesia dari Timur" di China: Kota Air Berusia 900 Tahun Ini Siap Memukau Turis Indonesia
-
Berapa Gaji Gubernur BI? Ramai Disorot Usai Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
-
Pelaut Indonesia Jadi Korban Serangan Misil di Selat Hormuz, Begini Kondisi Terkini
-
Serum Viva Warna Pink untuk Apa? Harganya Cuma Rp20 Ribuan, Cek Review Jujurnya!