- Angka 100 di lembar ujian atau deretan trofi akademik bukan lagi satu-satunya tolok ukur utama kesuksesan belajar anak.
- Di era yang serba dinamis, tren pendidikan global tengah mengarah pada pendekatan purpose-driven education.
- Ketika rasa empati digabungkan dengan kurikulum yang tepat, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
5. Diakui Sebagai yang Terbaik di Asia lewat Brands For Good Awards
Konsistensi dalam menanamkan pendidikan yang berdampak nyata ini pada akhirnya mendapat sorotan dunia internasional. Ajang penghargaan Brands For Good Awards 2026 di Singapura—yang bekerja sama dengan Singapore International Mastery Contests Center (SIMCC) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS)—baru saja memperkenalkan kategori baru bertajuk EDU FOR GOOD.
Dari sekitar 110 merek asal lebih dari 25 negara yang berpartisipasi, BINUS SCHOOL Simprug berhasil meraih gelar Champion (Juara Terbaik) di kategori tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sekolah yang mendorong siswanya mengubah empati menjadi aksi nyata mampu menjadi pionir pendidikan terbaik di Asia.
Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, Aaron Wise, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi pengingat tentang tujuan asli dari pendidikan itu sendiri—yakni mempersiapkan generasi muda yang peduli dan berdaya guna.
“Perolehan gelar Champion pada Brands For Good Awards 2026 mendorong kami untuk terus bekerja sama dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami percaya bahwa pendidikan melampaui keunggulan akademik, pendidikan adalah tentang membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dibekali pengetahuan, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk mewujudkan kepedulian tersebut menjadi tindakan serta perubahan positif di mana pun mereka berada,” ujar Aaron Wise.
Pada akhirnya, beragam potret di atas memberi pesan segar bagi gaya pengasuhan kita hari ini: bahwa anak-anak tidak perlu menunggu dewasa untuk mulai membawa perubahan positif bagi bumi dan masyarakat di sekitarnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Lebih Untung Jika Jalankan Putusan MK Soal MBG di 2027, Pakar UGM Jelaskan Alasannya
-
Jangan Tunggu 2028, MBG dan Anggaran Pendidikan Didesak Pisah Tahun Depan
-
Gojek Salurkan 35.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Mitra Driver di 100 Kota
-
Biaya Sekolah Naik, Kelompok Pendidikan Jadi Penyumbang Inflasi Juli 2026
-
Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau