- Orderkuota mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan digital oleh pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan resmi.
- Pelaku penipuan beraksi dengan meminta data rahasia seperti OTP, PIN transaksi, dan kata sandi milik pengguna akun.
- Perusahaan menyarankan pengguna agar selalu memanfaatkan fitur bantuan resmi dalam aplikasi demi menghindari segala bentuk penipuan.
Suara.com - Maraknya penipuan digital membuat masyarakat perlu semakin waspada, terutama terhadap pihak yang mengaku sebagai customer service (CS) suatu layanan.
Salah satu modus yang kerap digunakan adalah meminta kode OTP, PIN transaksi, hingga password akun dengan dalih membantu menyelesaikan kendala pengguna.
Padahal, informasi tersebut merupakan data yang bersifat rahasia dan tidak seharusnya diberikan kepada siapa pun.
Peringatan ini juga disampaikan oleh platform layanan digital Orderkuota, yang mengingatkan para penggunanya agar selalu menjaga kerahasiaan data keamanan akun.
Perusahaan menegaskan bahwa customer service resmi tidak pernah meminta OTP, PIN, password, maupun data sensitif lainnya saat menangani keluhan atau membantu proses transaksi.
Tim Legal Orderkuota, Aprillya, mengatakan pengguna perlu berhati-hati apabila ada pihak yang menghubungi dan meminta informasi keamanan akun dengan mengatasnamakan perusahaan.
"Customer Service resmi Orderkuota tidak pernah meminta data rahasia atau data sensitif pengguna dalam kondisi apa pun," ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurutnya, data seperti PIN transaksi, kode OTP, password akun, kode verifikasi, maupun akses login merupakan informasi yang hanya boleh diketahui oleh pemilik akun.
Waspadai Modus Mengatasnamakan Customer Service
Baca Juga: Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
Modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan bukan hal baru. Pelaku biasanya memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, seperti pesan instan, media sosial, atau nomor telepon yang menyerupai customer service resmi untuk memperoleh data pribadi korban.
Orderkuota mengaku telah menerima laporan dari sejumlah pengguna yang hampir menjadi korban modus tersebut.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai nomor layanan pelanggan yang ditemukan melalui mesin pencari, media sosial, atau grup percakapan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Jangan Transfer ke Rekening Pribadi
Selain meminta data keamanan, pelaku penipuan juga kerap mengarahkan korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi dengan alasan proses verifikasi atau penyelesaian kendala.
Perusahaan menegaskan bahwa customer service resmi tidak pernah meminta pengguna melakukan transfer dana ke rekening pribadi maupun memberikan akses ke akun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan